Warga Kota Wuhan Panik, Virus Corona Kembali Lagi

HALOPOS.ID – Warga Kota Wuhan China menyerbu supermarket setelah muncul kembali virus corona di kota provinsi Hubei China tersebut. Kota Wuhan, China menjadi asal munculnya virus corona sempat menikmati eforia beberapa bulan setelah berhasil membersihkan corona hingga nol kasus.

Namun kini, corona kembali muncul. Virus corona yang muncul kali ini adalah varian Delta, asal India yang lebih cepat menular. Ditemukan lebih dari 400 kasus penularan dalam waktu dua pekan terakhir. Kebijakan lockdown kemungkinan akan diterapkan lagi.

Ini memicu terjadinya panic buying. Penduduk setempat mulai menyerbu supermarket terdekat, karena munculnya infeksi lokal membuat mereka berada dalam ancaman lockdown.

Pengetesan massal dilakukan di ibu kota Provinsi Hubei itu setelah pada Senin (2/8/2021), mereka menemukan tujuh kasus lokal di kalangan pekerja migran.

Wuhan, kota yang pertama mendeteksi pada akhir 2019, tidak melaporkan infeksi lokal sejak pertengahan Mei tahun lalu. Keberhasilan mereka salah satunya penerapan lockdown yang mengejutkan namun ditiru oleh dunia.

Karantina wilayah besar-besaran itu juga terjadi di seluruh China, membuat transmisi domestik menjadi nol, dan pelan-pelan berdampak positif ke ekonomi.

Tetapi, varian Delta menyerang “Negeri Panda”, dengan kasus meningkat di setidaknya 20 kota dan puluhan provinsi.

Sembilan petugas kebersihan di Bandara Nanjing diyakini menjadi penyebab munculnya reaksi berantai 414 kasus dalam dua pekan terakhir.

The Sun Selasa (3/8/2021), Komisi Kesehatan Nasional China mengumumkan ada 90 kasus virus corona di seluruh penjuru negeri.

Sebagai langkah pencegahan, jutaan penduduk di 20 kota tersebut diperintahkan untuk tetap tinggal di rumah. Transportasi domestik ditutup, dengan tes masif dihelat.

Tempat wisata juga ditutup saat puncak liburan musim panas. Penduduk Wuhan sudah bersiap jika saja mereka kembali dikarantina dengan melakukan panic buying di supermarket.

Pejabat setempat menyatakan, mereka bakal memastikan warga tidak panik, sembari menjaga harga dan pasokan kebutuhan tetap stabil.

Respon (3)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *