SUMSEL  

Jelang Hari Raya Qurban, Pemprov Sebar Petugas Pemeriksa Kesehatan Hewan ke Kabupaten/kota

Wakil Gubernur Sumsel, Mawardi Yahya usai melepas petugas pemantauan dan pemeriksaan hewan qurban di Graha Bina Praja Pemprov Sumsel, Kamis (1/7/2021). 
Wakil Gubernur Sumsel, Mawardi Yahya usai melepas petugas pemantauan dan pemeriksaan hewan qurban di Graha Bina Praja Pemprov Sumsel, Kamis (1/7/2021). 

PALEMBANG – Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) melakukan inisiatif mengirim petugas pemantauan dan pemeriksaan hewan qurban menjelang hari raya Idul Adha 1442 H ke 17 kabupaten/kota. 

Wakil Gubernur Sumsel, Mawardi Yahya menjelaskan, pengiriman petugas pemantauan dan pemeriksaan hewan qurban dilakukan untuk memastikan aspek halal dan kebersihan hewan yang akan dikorbankan saat hari raya Idul Adha menantang.

“Petugas ini berperan memberikan imbauan kepada masyarakat terkait syarat hewan qurban yang layak di potong,” ucapnya usai melepas petugas pemantauan dan pemeriksaan hewan qurban di Graha Bina Praja Pemprov Sumsel, Kamis (1/7/2021).

Mawardi mengatakan, para petugas yang dikirim tersebut terdiri dari dinas peternakan dan hewan Sumsel, Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sumsel, Dewan Masjid Indonesia (DMI) Sumsel, Perhimpunan Dokter Hewan Indonesia (PDHI) Sumsel dan pihak terkait  lainnya.

“Inisiatif ini baru pertama kali kita lakukan. Tahun sebelumnya tidak ada. Kita ingin hewan qurban masyarakat dalam kondisi sehat terhindar dari penyakit,” ujarnya.

Menurutnya, tim tersebut juga memastikan proses pemotongan hewan qurban memenuhi standar kesehatan. Seperti alat pemotongan yang bersih, penggunaan air yang bersih dan lain sebagainya.

“Ini tugas kita bersama memberikan edukasi kepada masyarakat terkait informasi hewan qurban yang sehat dan aman. Apalagi saat ini kita di tengah Covid-19, sehingga harus dijaga kebersihannya,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan Provinsi Sumsel, Ruzuan Efendi mengaku, lebih dari 500 orang penyuluh akan disebar di kabupaten/kota untuk memberikan edukasi kepada pedagang dan masyarakat terkait kesehatan hewan qurban.

“Keterlibatan kita untuk memastikan masyarakat mendapat daging yang sehat, dan syarat ibadah berqurban terpenuhi. Sehingga harus dilakukan sesuai aturan seperti aspek umur dan kesehatan hewan,” ujarnya.

Tak hanya itu, tim penyuluhan juga akan ikut memberikan edukasi kepada masyarakat bagaimana proses pelaksanaan qurban dengan tetap taat protokol kesehatan ketat.

“Kita kerjasama dengan MUI, DMI dan PDHI merupakan yang pertama kali dilakukan. Tujuannya meningkatkan kualitas, meningkatkan keterampilan pemotong hewan Qurban agar aman sehat utuh dan halal (Asuh),” ucapnya.

Ruzuan menjelaskan, proses pembekalan pada tim pemantau dan pemeriksaan tingkat kabupaten/kota telah dilakukan secara virtual pada 29 Juni 2021 lalu.

“Pelaksanaan pemeriksaan dan pemantauan hewan qurban dilakukan mulai 20 Juni hingga  15 Juli 2021 mendatang. Untuk pemeriksaan dan pembekalan pemotong hewan qurban dilakukan di masjid dan mushollah dilaksanakan pada 20 hingga 23 Juli 2021 nanti,” tandasnya.

Respon (2)

  1. Its like you read my mind! You appear to know so much about this, like
    you wrote the book in it or something. I think that you
    could do with some pics to drive the message home a little bit, but other than that,
    this is wonderful blog. A fantastic read. I will definitely be back.
    I saw similar here: E-commerce

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *