Gelombang Pandemi di Palembang Masih Zona Merah

PALEMBANG – Dalam kondisi gelombang Pandemi Covid-19 di Palembang yang semakin meningkat maka pihak panitia UTBK USMB Unsri memutuskan ujian dilakukan secara daring demi menghindari penyebaran Covid-19.

Meski sebelumnya sempat tertunda pada 12 Juli 2021 lalu, pelaksanaan Ujian Tertulis Berbasis Komputer (UTBK) Ujian Saringan Masuk Bersama (USMB) Universitas Sriwijaya direncanakan UTBK USMB Unsri awalnya akan dilakukan secara tatap muka dengan memperhatikan protokol kesehatan, namun diputuskan dengan metode tulis online. Pernyataan tersebut disampaikan oleh Ketua Panitia UTBK USMB Unsri Prof Dr Zainuddin Nawawi, Jumat (24/7/2021).

“Jadi ujian akan dilaksanakan pada hari Senin 26 Juli 2021 terbagi menjadi beberapa sesi dan ruang
maya atau virtual zoom. Untuk mengetahui jadwal masing-masing, agar peserta login ke akun peserta
di laman web https://usmb.unsri.ac.id/peserta/login,” ujarnya.

Zainuddin menambahkan peserta USMB agar melakukan persiapan dan memperhatikan hal-hal yang bersifat administratif dan teknis terkait perubahan tersebut

Zainuddin menjelaskan bahwa akses ke laman web akun/dashboard peserta dibuka pada hari Kamis 22 Juli 2021.

Jika sudah login dan berada dalam dashboard masing-masing segera unduh kartu peserta baru. Kartu Peserta yang dicetak sebelum tanggal 22 Juli 2021 dinyatakan tidak berlaku.

Senada dengan itu dikatakan Humas UTBK USMB Unsri Prof Zulkifli Dahlan dia berharap metode yang diterapkan ini dapat berjalan lancar, panitia meminta peserta untuk mengikuti try out sesuai jadwal masing-masing yang bisa dilihat di laman resmi panitia,” urainya.

Zulkifli menghimbau agar peserta benar-benar teliti dalam proses UTBK USMB secara online ini, termasuk tata cara dan aturan ujian.

Termasuk peserta diwajibkan menyediakan tempat, komputer yang tersedia kamera dan akses internet stabil. Dan Petunjuk lengkap tersedia pada dashboard masing-masing peserta.

Dia juga berharap, berharap kepada semua peserta UTBK USMB Unsri yang berjumlah 7.632 agar bisa memahami kondisi Pandemi ini yang mengharuskan proses metode ujian diubah.

Respon (2)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *