TAJEMTRA 2026 Dipadati 26 Ribu Peserta, Jadi Gerak Jalan Terbesar Sepanjang Sejarah Jember

TAJEMTRA 2026 Dipadati 26 Ribu Peserta, Jadi Gerak Jalan Terbesar Sepanjang Sejarah Jember
TAJEMTRA 2026 Dipadati 26 Ribu Peserta, Jadi Gerak Jalan Terbesar Sepanjang Sejarah Jember

HALOPOS.ID/JEMBER – Gelaran Tanggul-Jember Tradisional (TAJEMTRA) 2026 kembali menunjukkan daya tariknya sebagai salah satu tradisi olahraga terbesar di Kabupaten Jember. Ribuan peserta memadati jalur menuju Tanggul pada Sabtu (5/9/2026) pagi untuk mengikuti gerak jalan tradisional yang telah berlangsung selama puluhan tahun tersebut.

Antusiasme masyarakat pada TAJEMTRA tahun ini bahkan diperkirakan mencatat rekor baru. Bupati Jember Muhammad Fawait menyebut jumlah peserta berpotensi mencapai 26.000 orang, termasuk mereka yang mengikuti kegiatan tanpa melalui proses pendaftaran sebelumnya.

Jika angka tersebut terealisasi, TAJEMTRA 2026 diproyeksikan menjadi pelaksanaan dengan jumlah peserta terbanyak sepanjang sejarah penyelenggaraan gerak jalan Tanggul-Jember.

“Insyaallah, pesertanya menjadi peserta terbanyak sepanjang sejarah diadakannya TAJEMTRA,” kata Muhammad Fawait saat melepas peserta dari Stasiun Jember.

Lonjakan peserta menjadi salah satu sorotan utama TAJEMTRA tahun ini. Pemerintah Kabupaten Jember mencatat jumlah peserta mengalami peningkatan signifikan dibandingkan penyelenggaraan pada periode sebelumnya.

Fawait menyebut pada pelaksanaan terakhir, jumlah peserta berada di kisaran 15.000 orang. Sementara pada TAJEMTRA 2026, jumlahnya telah mencapai sekitar 25.000 peserta dan diperkirakan masih bertambah.

“Terakhir kalau tidak salah 15.000 sekian, hari ini sudah 25.000 dan saya yakin nanti tembus 26.000 yang ikut serta,” ujarnya.

Besarnya jumlah peserta membuat TAJEMTRA tidak hanya menjadi ajang olahraga, tetapi juga menjadi peristiwa yang melibatkan berbagai lapisan masyarakat Jember.

Pesertanya berasal dari ASN, non-ASN, pegawai lembaga vertikal, karyawan BUMN dan BUMD, hingga masyarakat umum. TNI dan Polri juga turut ambil bagian dalam kegiatan tahunan tersebut.

Antusiasme peserta juga terlihat dari aktivitas di Stasiun Jember. Sebanyak 400 peserta TAJEMTRA 2026 diberangkatkan menuju Tanggul menggunakan kereta api secara gratis.

Kereta tersebut membawa peserta dari Stasiun Jember menuju Tanggul yang menjadi titik awal gerak jalan TAJEMTRA.

Pemberangkatan dilakukan Bupati Jember Muhammad Fawait bersama Vice President PT KAI Daerah Operasi 9 Jember Nugroho Dwi Sasongko dan Kepala Dispora Jember Regar Jeane.

PT KAI menyediakan delapan gerbong khusus untuk mengangkut peserta yang sebelumnya mendapatkan kuota melalui pendaftaran daring.

“Delapan gerbong tadi, delapan kereta dan sudah penuh. Ini 400 tempat duduk. Alhamdulillah, aman dan lancar,” kata Nugroho.

Penyelenggaraan TAJEMTRA 2026 tidak hanya memperlihatkan tingginya partisipasi masyarakat, tetapi juga menunjukkan kolaborasi lintas lembaga.

Pemkab Jember bersama PT KAI mendukung mobilitas peserta, sementara TNI dan Polri turut terlibat dalam pelaksanaan kegiatan. Kolaborasi tersebut dinilai penting untuk memastikan tradisi gerak jalan yang menjadi bagian dari sejarah Jember dapat berlangsung dengan aman dan lancar.

Bupati Muhammad Fawait berharap kerja sama dengan PT KAI dapat diperluas untuk mendukung berbagai kepentingan pembangunan di Kabupaten Jember.

Menurutnya, konektivitas transportasi tidak semata-mata berkaitan dengan penyelenggaraan TAJEMTRA, tetapi juga dapat menjadi bagian dari upaya mendorong kemajuan daerah dan pengentasan kemiskinan.

“Bukan cuma urusan TAJEMTRA, mudah-mudahan urusan yang lain untuk memajukan Kabupaten Jember lewat jalan kemajuan transportasi,” tuturnya.

Sementara itu, Nugroho Dwi Sasongko menyampaikan apresiasinya karena PT KAI dapat ikut mendukung pelaksanaan TAJEMTRA 2026.

“Kami dari PT Kereta Api sangat bangga bisa berpartisipasi dalam acara TAJEMTRA 2026,” ujarnya.

Dengan jumlah peserta yang diproyeksikan mencapai 26.000 orang, TAJEMTRA 2026 menjadi salah satu momentum terbesar dalam sejarah gerak jalan tradisional Jember. Bukan hanya mempertahankan tradisi yang telah berlangsung puluhan tahun, TAJEMTRA juga memperlihatkan bagaimana olahraga, budaya, transportasi, dan partisipasi masyarakat dapat bertemu dalam satu perhelatan besar.

Laporan : Bagus