HALOPOS.ID/JEMBER – Wajah SDN 1 Sumberanget, Kecamatan Ledokombo, Kabupaten Jember, mulai berubah. Sekolah yang sebelumnya menghadapi sejumlah persoalan pada kondisi bangunan kini mendapat revitalisasi fisik secara menyeluruh dengan anggaran lebih dari Rp1,5 miliar.
Program revitalisasi tersebut menyasar sejumlah fasilitas penting sekolah. Mulai dari ruang kelas, perpustakaan, sanitasi, penataan lingkungan sekolah, hingga penyediaan mebeler.
Perbaikan ini menjadi angin segar bagi pihak sekolah setelah sebelumnya harus menghadapi kondisi bangunan yang cukup memprihatinkan. Salah satu persoalan paling serius terdapat pada bagian atap yang telah lapuk dan mengalami kerusakan.
Plt Kepala SDN 1 Sumberanget, Desi Ratna Sulistyowati, mengatakan seluruh warga sekolah menyambut baik pelaksanaan revitalisasi tersebut.
Menurutnya, guru, tenaga kependidikan, hingga siswa merasa lega karena fasilitas sekolah yang selama ini membutuhkan pembenahan akhirnya mendapat perhatian melalui program revitalisasi.
“Sebelumnya, kami sempat berinisiatif melakukan perbaikan secara swakelola bersama paguyuban wali murid. Para orang tua siswa bergotong royong secara sukarela untuk membenahi atap agar tidak membahayakan. Namun karena keterbatasan dana swadaya, hasilnya seadanya dan plafon atau eternit terpaksa dibongkar habis,” ujar Desi.
Revitalisasi SDN 1 Sumberanget tidak hanya menyentuh bangunan utama. Fasilitas sanitasi yang sebelumnya terbatas juga menjadi bagian dari pembenahan.
Sebelum proyek berjalan, sekolah hanya memiliki fasilitas toilet yang sangat terbatas. Fasilitas tersebut terdiri dari satu bilik untuk siswa putra dan satu bilik untuk siswa putri, yang sebelumnya juga dibangun melalui swadaya.
Melalui program revitalisasi kali ini, sekolah mendapatkan tambahan tiga bilik toilet. Fasilitas tersebut diperuntukkan bagi siswa putra, siswa putri, serta tenaga pengajar.
Pembenahan berbagai fasilitas tersebut diharapkan dapat menciptakan lingkungan sekolah yang lebih aman, nyaman, dan mendukung proses pembelajaran.
Pengerjaan revitalisasi SDN 1 Sumberanget ditargetkan berlangsung selama 100 hari atau sekitar tiga bulan sejak akhir Agustus 2026.
Meski proses pembangunan berlangsung, kegiatan belajar mengajar (KBM) di sekolah tidak dihentikan. Pihak sekolah bersama komite dan tokoh masyarakat mencari solusi agar siswa tetap dapat mengikuti pembelajaran selama proyek berlangsung.
Tiga musala yang berada di sekitar sekolah kemudian dimanfaatkan sebagai lokasi belajar sementara.
Untuk menyesuaikan keterbatasan tempat, sekolah menerapkan sistem pembelajaran dua gelombang. Siswa kelas 1, 2, dan 3 mengikuti pembelajaran pada pagi hari, sedangkan kelas 4, 5, dan 6 menjalani kegiatan belajar pada siang hari.
“Sistem pembelajaran kami bagi menjadi dua gelombang. Kelas 1, 2, dan 3 melangsungkan pelajaran pada sesi pagi, sedangkan kelas 4, 5, dan 6 masuk pada sesi siang,” jelas Desi.
Saat ini SDN 1 Sumberanget memiliki 84 siswa yang didukung 10 tenaga pengajar. Revitalisasi sekolah diharapkan tidak hanya memperbaiki kondisi fisik bangunan, tetapi juga memberikan dampak terhadap kualitas kegiatan belajar mengajar.
Desi berharap fasilitas yang semakin layak nantinya dapat meningkatkan kenyamanan siswa dan guru sekaligus membangun kembali kepercayaan masyarakat terhadap SDN 1 Sumberanget.
Laporan : Bagus
















