HALOPOS.ID/JEMBER – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jember segera meluncurkan program Homecare yang digadang-gadang menjadi terobosan layanan kesehatan bagi masyarakat kurang mampu.
Melalui program ini, warga Jember dari keluarga prasejahtera akan mendapatkan akses dokter keluarga, sehingga pelayanan kesehatan bisa diterima lebih cepat tanpa harus selalu datang ke fasilitas kesehatan.
Bupati Jember, Muhammad Fawait atau Gus Fawait, mengatakan program Homecare dijadwalkan resmi diluncurkan pada 24 Juli 2026. Sebelum peluncuran, uji coba telah dilakukan di sejumlah wilayah di Jember selama beberapa pekan terakhir untuk memastikan kesiapan layanan.
“Kami sedang berikhtiar agar warga kurang mampu di Jember juga bisa memiliki dokter keluarga, sama seperti keluarga yang mampu. Ini merupakan semangat bersama untuk menghadirkan keadilan layanan kesehatan bagi masyarakat,” ujar Gus Fawait, Kamis (23/7/2026).
Sebagai bagian dari persiapan, Pemkab Jember menggelar apel kesiapan armada dan tenaga kesehatan. Sebanyak 1.200 tenaga kesehatan akan diterjunkan secara bertahap untuk memberikan pelayanan langsung kepada masyarakat.
Setelah resmi diluncurkan, seluruh 50 Puskesmas di Kabupaten Jember dipastikan siap menjalankan layanan Homecare mulai pekan depan. Pada tahap awal, program ini ditargetkan menjangkau sekitar 50 ribu hingga 100 ribu kepala keluarga.
Melalui layanan tersebut, tenaga kesehatan akan mendatangi pasien di rumah. Jika diperlukan pemeriksaan lebih lanjut, petugas dapat menghubungkan pasien dengan dokter umum, dokter spesialis, hingga subspesialis melalui layanan konsultasi video.
Apabila kondisi pasien membutuhkan penanganan lanjutan, tenaga kesehatan akan mendampingi proses rujukan hingga ke Puskesmas maupun rumah sakit sesuai kebutuhan.
Menurut Gus Fawait, kehadiran Homecare menjadi salah satu upaya Pemkab Jember untuk memperluas akses layanan kesehatan, khususnya bagi masyarakat yang selama ini mengalami kendala ekonomi maupun keterbatasan mobilitas.
Ia juga menegaskan bahwa pemerintah daerah terbuka menerima masukan dari masyarakat dan media agar pelaksanaan program Homecare terus disempurnakan.
“Kami menyadari setiap kebijakan baru membutuhkan evaluasi. Namun yang paling penting adalah memastikan seluruh warga Jember mendapatkan pelayanan kesehatan yang adil dan mudah diakses,” pungkasnya.
Laporan : Bagus
















