HALOPOS.ID/JEMBER – Pasca keterlambatan pengiriman bahan bakar minyak (BBM) yang sempat terjadi di Kabupaten Jember, pemerintah daerah memastikan ketersediaan stok tetap aman. Bahkan, tambahan pasokan dari Surabaya turut memperkuat distribusi BBM untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.
Hingga Selasa (8/9/2026) malam, stok BBM yang masuk ke Jember tercatat mencapai 880 kiloliter atau sekitar 880 ribu liter dari berbagai jenis BBM.
Kepala Dinas Koperasi, UMKM dan Perdagangan Kabupaten Jember, Sartini, mengatakan kondisi stok BBM di sejumlah SPBU masih sangat mencukupi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.
“Jadi kalau di Jember total ada 41 SPBU yang tersebar di sebagian besar kecamatan. Memang ada beberapa kecamatan yang belum memiliki SPBU,” Kata dia
Dengan dukungan 41 SPBU tersebut, Sartini menyebut kebutuhan BBM masyarakat di 31 kecamatan masih dapat terlayani. Meski demikian, pemerintah daerah menilai penambahan SPBU tetap diperlukan agar akses dan pelayanan BBM semakin merata.
“Meski masih bisa menutupi kebutuhan, kami juga sudah menyampaikan bahwa idealnya SPBU ada di seluruh kecamatan. Dan ini sudah kami usulkan untuk adanya penambahan,” imbuhnya.
Sartini menjelaskan, dari total pasokan yang masuk hingga Selasa (8/9/2026), sebagian besar dikirim melalui jalur distribusi dari Banyuwangi. Namun, untuk memperkuat stok, terdapat tambahan pasokan yang dikirim dari Surabaya.
“Alur distribusi per tanggal 8 September 2026, pukul 04.06 WIB sampai dengan 17.00 WIB, ada sebanyak 816 kiloliter dari Banyuwangi. Sementara tambahan sebanyak 64 kiloliter dikirim dari Surabaya,” jelasnya.
Dengan tambahan pasokan tersebut, total BBM yang masuk ke Jember mencapai 880 kiloliter. Jumlah tersebut dinilai cukup untuk menjaga ketersediaan BBM sekaligus memenuhi kebutuhan masyarakat.
“Totalnya ada 880 kiloliter dan ini seluruh jenis BBM, sehingga stoknya dipastikan sangat aman,” tegas Sartini.
Ia menambahkan, distribusi BBM ke SPBU terus dilakukan secara berkala. Pengiriman tidak dilakukan sekaligus, melainkan bertahap mulai pagi hingga sore untuk memastikan kebutuhan di setiap SPBU tetap terpenuhi.
“Jadi dropping BBM terus dilakukan secara berkala. Mulai pagi hingga siang ada sekitar 400 kiloliter, kemudian setelah itu hingga sore sisanya,” paparnya.
Sartini menyebut konsumsi BBM masyarakat Jember rata-rata mencapai sekitar 650 kiloliter per hari. Dengan jumlah pasokan yang mencapai 880 kiloliter, ketersediaan BBM saat ini berada di atas kebutuhan harian.
“Kalau kita lihat dari total kebutuhan dan jumlah pengiriman, sangat cukup. Bahkan jumlahnya surplus dari kebutuhan harian,” pungkasnya.
Tambahan pasokan dari Surabaya tersebut menjadi langkah penting untuk memperkuat distribusi BBM di Jember, terutama setelah terjadi keterlambatan pada jalur pengiriman utama. Pemerintah daerah pun memastikan pemantauan stok dan distribusi terus dilakukan agar kebutuhan masyarakat tetap terlayani dengan baik.
Laporan : Bagus
















