Update Kedatangan Jemaah Haji di Madinah: 34 Ribu Mendarat dengan Aman

Update Kedatangan Jemaah Haji di Madinah: 34 Ribu Mendarat dengan Aman
Update Kedatangan Jemaah Haji di Madinah: 34 Ribu Mendarat dengan Aman

HALOPOS.ID/MADINAH — Proses kedatangan jemaah haji Indonesia di bandara terus berlangsung dengan berbagai dinamika di lapangan. Hingga Senin (27/04/2026) pukul 07.00 WIB, tercatat sebanyak 89 kelompok terbang (kloter) telah tiba dengan total 34.652 jemaah.

Kepala Daerah Kerja (Daker) Bandara, Abdul Basir, mengungkapkan bahwa dari jumlah tersebut terdapat 6.997 jemaah kategori lanjut usia (lansia). Meski demikian, secara persentase jumlah lansia masih tergolong kecil dibanding total keseluruhan jemaah.

“Kalau dilihat persentasenya masih relatif kecil,” ujarnya.

Kepadatan di Area Fast Track

Salah satu kejadian menonjol hari ini terjadi di area layanan fast track. Dua kloter asal Indonesia, yakni JKB 5 dan SUB 18, tiba secara bersamaan. Pada waktu yang sama, terdapat pula dua kloter dari negara lain, masing-masing dari Turki dan Malaysia.

Kondisi ini sempat memicu kepadatan di pintu kedatangan yang hanya memiliki dua akses masuk. Petugas pun harus bekerja ekstra untuk mengatur arus jemaah agar tidak bercampur dengan rombongan dari negara lain.

“Kami harus benar-benar mengatur alur supaya jemaah Indonesia tidak terbawa arus dengan jemaah dari negara lain,” jelas Abdul Basir.

Temuan Unik di Bagasi Jemaah

Selain itu, petugas juga menemukan kejadian unik saat pemeriksaan bagasi. Salah satu koper jemaah terpaksa dibuka oleh petugas X-ray karena terdeteksi membawa petis dalam jumlah cukup banyak dengan kemasan yang mencurigakan.

Namun, setelah dilakukan pemeriksaan dan penjelasan, makanan tradisional tersebut akhirnya diperbolehkan untuk dibawa kembali oleh jemaah.

“Dibuka karena kemasannya yang dianggap mencurigakan, tapi setelah dijelaskan, petis itu dikembalikan karena termasuk makanan biasa,” tambahnya.

Penanganan Jemaah Berkebutuhan Khusus

Pada malam sebelumnya, petugas juga menangani kasus jemaah asal Bengkulu dari kloter PDG yang mengalami keterbatasan mobilitas. Meski berusia 62 tahun dan tidak tergolong lansia berat, jemaah tersebut memiliki kondisi kesehatan yang membuatnya tidak mampu berjalan atau naik kendaraan secara mandiri.

Upaya evakuasi sempat mengalami kendala, termasuk saat mencoba menggunakan ambulans. Namun akhirnya, petugas menyediakan kendaraan khusus bagi lansia dan penyandang disabilitas yang memungkinkan jemaah didorong menggunakan kursi roda hingga ke dalam bus.

“Alhamdulillah, penanganannya berjalan lancar dan tidak memakan waktu lama,” kata Abdul Basir.