Pemkab Jember Cairkan Insentif Guru Ngaji Jelang Lebaran 2026

Pemkab Jember Cairkan Insentif Guru Ngaji Jelang Lebaran 2026
Pemkab Jember Cairkan Insentif Guru Ngaji Jelang Lebaran 2026

HALOPOS.ID/JEMBER – Pemerintah Kabupaten Jember mulai melakukan pencairan insentif guru ngaji menjelang Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah. 

Melalui Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra), Pemkab Jember menyalurkan bantuan honor kepada para guru ngaji, modin, serta guru agama nonmuslim sebagai bentuk penghargaan atas peran mereka dalam membina kehidupan beragama di masyarakat.

Kepala Bagian Kesra Setdakab Jember, Nurul Hafid Yasin, menjelaskan bahwa pencairan insentif guru ngaji di Jember merupakan bagian dari program pemerintah daerah dalam Anggaran Tahun 2026.

Menurutnya, bantuan tersebut diberikan sebagai bentuk apresiasi terhadap para tokoh pendidikan keagamaan yang selama ini mengabdikan diri dalam membimbing moral dan spiritual masyarakat.

“Melalui program ini, Pemerintah Kabupaten Jember memberikan penghargaan kepada para guru ngaji, modin, serta guru agama nonmuslim yang telah berperan penting dalam membina kehidupan beragama di tengah masyarakat,” ujar Nurul Hafid Yasin, Selasa (10/3/2026).

Pada tahap penyaluran kali ini, Pemkab Jember mencairkan insentif kepada 1.955 penerima yang tersebar di tujuh kecamatan di Kabupaten Jember. Setiap penerima mendapatkan honor sebesar Rp1.500.000.

Proses pencairan dilakukan melalui balai desa atau kelurahan setempat agar lebih mudah diakses oleh para penerima.

Nurul Hafid menegaskan bahwa pencairan insentif guru ngaji dilakukan secara transparan tanpa potongan apapun. Pemerintah daerah memastikan seluruh dana diterima utuh oleh para penerima manfaat.

“Tidak ada potongan ataupun setoran awal. Dana yang belum diambil tetap utuh tanpa pengurangan,” tegasnya.

Untuk mempercepat proses distribusi, pemerintah menerapkan sistem penyaluran secara bertahap dengan melibatkan sekitar 30 desa setiap hari.

Skema tersebut dipilih agar proses pencairan dapat berjalan lebih cepat mengingat waktu menuju Hari Raya Idul Fitri semakin dekat.

“Karena waktunya relatif singkat menuju Lebaran, maka penyaluran dilakukan secara maraton agar seluruh penerima bisa segera menerima insentif,” jelas Nurul Hafid.

Program ini diharapkan dapat membantu kebutuhan ekonomi para guru ngaji dan tokoh agama menjelang Lebaran, sekaligus menjadi bentuk penghargaan atas dedikasi mereka dalam mendidik generasi muda.

Salah satu penerima insentif adalah Yuliana Ika, guru ngaji di Kelurahan Kranjingan, Kecamatan Sumbersari. Ia telah hampir satu dekade mengajarkan Al-Qur’an kepada anak-anak di lingkungannya.

Yuliana mengaku bersyukur atas pencairan insentif guru ngaji dari Pemkab Jember karena prosesnya cukup mudah.

“Alhamdulillah menerima insentif guru ngaji. Prosesnya cepat, hanya membawa KTP dan buku tabungan untuk dicocokkan,” ujarnya.

Selama hampir sepuluh tahun, Yuliana mengajar anak-anak membaca Al-Qur’an di sebuah mushola kecil di samping rumahnya. Mushola tersebut dibangun secara swadaya di atas lahan kosong milik keluarga.

Tempat sederhana itu menjadi ruang belajar bagi anak-anak di sekitar lingkungan untuk mempelajari bacaan Al-Qur’an dan pendidikan agama.

Selain digunakan untuk kebutuhan keluarga menjelang Lebaran, sebagian dana insentif yang diterima Yuliana juga akan dialokasikan untuk memperbaiki fasilitas mushola tempat ia mengajar.

Saat ini mushola tersebut sedang dalam proses renovasi agar lebih nyaman digunakan untuk kegiatan belajar mengaji.

Selain aktif sebagai guru ngaji, Yuliana juga terlibat dalam pendidikan formal. Ia merupakan pendiri bimbingan belajar (bimbel) dan juga mengajar di Raudhatul Athfal (RA).

Menurutnya, program insentif dari pemerintah daerah sangat membantu para guru ngaji yang selama ini mengajar secara sukarela di lingkungan masyarakat.

Ia berharap ke depan program insentif guru ngaji di Jember dapat menjangkau lebih banyak pengajar yang belum terdata sebagai penerima.

“Harapannya ke depan bisa lebih menyeluruh lagi, supaya guru ngaji yang belum terdata juga bisa merasakan insentif dari pemerintah,” katanya.

Program pencairan insentif guru ngaji ini menjadi salah satu bentuk perhatian Pemerintah Kabupaten Jember terhadap para tokoh pendidikan keagamaan.

Di tengah keterbatasan fasilitas belajar yang sering dibangun secara swadaya oleh masyarakat, para guru ngaji tetap berperan penting dalam menanamkan nilai-nilai agama kepada generasi muda.