Bunga Desaku di Sukorambi, Pemkab Jember Percepat Pemerataan Layanan Publik hingga Desa

Bunga Desaku di Sukorambi, Pemkab Jember Percepat Pemerataan Layanan Publik hingga Desa
Bunga Desaku di Sukorambi, Pemkab Jember Percepat Pemerataan Layanan Publik hingga Desa

HALOPOS.ID/JEMBER – Pemerintah Kabupaten Jember terus mendorong pemerataan pelayanan publik melalui Program Bupati Ngantor di Desa dan Kelurahan (Bunga Desaku) yang kali ini berlangsung di Kecamatan Sukorambi. Program tersebut menjadi langkah strategis untuk menghadirkan pelayanan pemerintah lebih dekat dengan masyarakat desa sekaligus menyerap aspirasi warga sebagai dasar penyusunan pembangunan daerah.

Bupati Jember, Gus Fawait, menegaskan bahwa pemerataan pelayanan menjadi salah satu prioritas utama pemerintah daerah. Menurutnya, pembangunan harus dirasakan secara merata dan tidak hanya terpusat di kawasan perkotaan, tetapi juga menjangkau masyarakat di seluruh wilayah pedesaan.

“Pemerintah Kabupaten Jember tidak boleh hanya hadir di kota. Kehadiran pemerintah harus dirasakan hingga pelosok desa dengan pelayanan yang adil, setara, dan tanpa diskriminasi,” ujarnya.

Dalam kegiatan tersebut, Gus Fawait juga memaparkan upaya percepatan layanan administrasi kependudukan yang menjadi fokus pembenahan pemerintah daerah. Salah satu langkah yang dilakukan adalah menyelesaikan kebutuhan blanko KTP elektronik yang sempat mengalami kekurangan pada periode 2019 hingga 2024 dengan jumlah kebutuhan mencapai sekitar 62 ribu keping.

Pemenuhan kebutuhan blanko dilakukan secara bertahap sebagai bagian dari peningkatan kualitas layanan dasar kepada masyarakat.

Untuk mempermudah akses warga, Pemerintah Kabupaten Jember kini menghadirkan layanan pencetakan KTP elektronik di tingkat kecamatan melalui Program PETA CINTA atau Pelayanan Tuntas Cetak KTP-El di Kecamatan. Inovasi tersebut diharapkan mampu mengurangi biaya, waktu, serta jarak tempuh masyarakat karena tidak lagi harus datang ke pusat pemerintahan di kota.

Pemerintah juga memastikan seluruh layanan administrasi kependudukan tersebut dapat diakses secara gratis tanpa biaya apa pun.

Di bidang kesehatan, Pemkab Jember terus memperluas akses pelayanan melalui program jaminan kesehatan daerah. Program ini memungkinkan masyarakat yang memiliki KTP Jember memperoleh layanan kesehatan di fasilitas kesehatan yang telah bekerja sama sesuai ketentuan yang berlaku.

Tak hanya menghadirkan pelayanan, Program Bunga Desaku juga dimanfaatkan sebagai wadah penyerapan aspirasi masyarakat dalam proses perencanaan pembangunan daerah. Berbagai elemen masyarakat dilibatkan, mulai dari guru ngaji, tokoh masyarakat, pelaku UMKM, pengurus RT dan RW, hingga kader posyandu.

Seluruh masukan dari masyarakat tersebut akan menjadi bahan pertimbangan dalam penyusunan kebijakan pemerintah daerah maupun penyusunan APBD pada tahun berjalan dan tahun berikutnya.

Selain itu, Gus Fawait kembali menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten Jember dalam menjaga transparansi pelayanan publik, terutama dalam proses penerimaan peserta didik baru (PPDB). Ia memastikan tidak ada praktik titipan dalam bentuk apa pun sehingga seluruh proses harus berjalan secara terbuka dan dapat diawasi masyarakat.

“Tidak ada titipan dalam bentuk apa pun. Semua proses harus terbuka dan adil. Jika ditemukan pelanggaran, masyarakat dapat melaporkannya melalui kanal pengaduan Wadul Guse,” tegasnya.

Melalui Program Bunga Desaku, Pemerintah Kabupaten Jember berharap pelayanan publik semakin dekat, cepat, dan merata sehingga manfaat pembangunan dapat dirasakan oleh seluruh masyarakat hingga tingkat desa.

Laporan : Bagus