HALOPOS.ID/JEMBER – Program Bupati Ngantor di Desa dan Kelurahan (Bunga Desaku) kembali hadir di Kecamatan Sukorambi, Kabupaten Jember, Minggu (28/6/2026). Kegiatan diawali dengan apel bersama para siswa SMP Negeri 1 Sukorambi yang dipimpin langsung oleh Bupati Jember, Gus Fawait.
Dalam kesempatan tersebut, Gus Fawait menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten Jember untuk memperkuat pembangunan sumber daya manusia (SDM) unggul melalui peningkatan akses pendidikan serta pengembangan kualitas generasi muda.
Di hadapan para pelajar, Bupati memperkenalkan program beasiswa yang disiapkan Pemkab Jember melalui enam jalur penerimaan. Keenam jalur tersebut meliputi afirmasi ekonomi, jalur prestasi, kompetisi, anak guru dan perangkat desa, santri atau hafidz, serta jalur khusus.
Program beasiswa tersebut diharapkan mampu membuka akses pendidikan yang lebih luas sehingga seluruh anak di Kabupaten Jember memiliki kesempatan yang sama untuk melanjutkan pendidikan hingga jenjang perguruan tinggi.
“Walaupun kita berasal dari desa, kita tetap bisa menjadi bupati, anggota DPR, dokter, maupun profesi lainnya. Kuncinya adalah semangat belajar dan terus melanjutkan pendidikan,” kata Gus Fawait di hadapan para siswa.
Pada sesi dialog, Bupati juga memberikan motivasi kepada seorang siswi yang bercita-cita menjadi dokter. Ia mendorong para pelajar agar berani memiliki mimpi besar sekaligus mulai mengenal berbagai pilihan perguruan tinggi, termasuk kampus-kampus yang berada di Kabupaten Jember.
Selain menyoroti pentingnya pendidikan, Gus Fawait juga mengingatkan para siswa untuk tidak terburu-buru menikah di usia muda. Menurutnya, kesiapan pendidikan, kesehatan, dan mental menjadi faktor penting dalam membangun keluarga berkualitas sekaligus mencegah risiko stunting pada generasi berikutnya.
Tak hanya kepada siswa, pesan juga disampaikan kepada para guru agar terus meningkatkan kompetensi di tengah perkembangan teknologi yang semakin pesat, termasuk dalam memanfaatkan teknologi kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI).
Ia menilai budaya membaca dan belajar harus terus dijaga agar dunia pendidikan mampu beradaptasi dengan perubahan zaman dan perkembangan teknologi yang terus bergerak cepat.
“Ayat pertama yang diturunkan adalah Iqra, yaitu bacalah. Jika kita berhenti membaca, maka kita akan tertinggal. Guru juga harus terus belajar agar mampu menghadapi tantangan perkembangan teknologi,” ujarnya.
Melalui Program Bunga Desaku, Pemerintah Kabupaten Jember berupaya menghadirkan pelayanan yang lebih dekat dengan masyarakat sekaligus memperkuat pembangunan SDM sebagai fondasi utama kemajuan daerah.
Gus Fawait menegaskan bahwa investasi terbesar yang dilakukan pemerintah saat ini adalah investasi di bidang pendidikan. Dengan langkah tersebut, Kabupaten Jember diharapkan mampu melahirkan generasi unggul dalam 10 hingga 15 tahun mendatang untuk menyongsong visi Indonesia Emas 2045.
Laporan : Bagus


















