Salim Fakhry Bukan Omon-omon, Sejarah Baru Presiden Datang ke Aceh Tenggara

Presiden Republik Indonesia datang ke Bumi Sepakat Segenap
Presiden Republik Indonesia datang ke Bumi Sepakat Segenap

HALOPOS.ID/ACEH TENGGARA -Bupati Aceh Tenggara H.M.Salim Fakhry bukan omon-omon atau omong besar saja, Ia mimpin Bumi Sepakat Segenap, Kabupaten Aceh Tenggara ini.

Hal ini Ia buktikan dengan kerja keras dan bukti nyata, sejarah baru sudah 51 tahun Kabupaten Aceh Tenggara berdiri baru dimasa kepemimpinan Salim Fakhry, Presiden Republik Indonesia datang ke Bumi Sepakat Segenap ini.

Diberitakan sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto bersama rombongan meninjau langsung jembatan pantai dona di Kecamatan Semadam dan kunjungan ke tenda pengungsian korban banjir di Desa Bambel Baru, Kecamatan Bukit Tusam, Senin 1 Desember 2025.

Bupati Aceh Tenggara, H.M.Salim Fakhry, menyebutkan ini adalah pertama kalinya dalam sejarah, seorang Presiden datang ke Kutacane, Kabupaten Aceh Tenggara.

“Ini sejarah baru bagi kita Persiden datang ke Kutacane Bumi Sepakat Segenap Kabupaten Aceh Tenggara yang tercinta ini,”sebutnya.

Salim Fakhry mengatakan banjir besar yang melanda wilayah Aceh Tenggara ini memaksa sedikitnya 4.080 warga mengungsi setelah air bah datang secara tiba-tiba dan merendam permukiman serta fasilitas umum, lahan pertanian dan perkebunan, bahkan sampai menelan korban jiwa.

“Ribuan warga mengungsi, ratusan rumah rusak, puluhan hektare lahan pertanian, perkebunan rusak akibat bencana banjir,” katanya

Hal ini kata Salim Fakhry, sudah kita sampaikan kepada bapak Presiden Prabowo Subianto, ” Alhamdulillah mendapatkan respon positif dari Presiden,”katanya.

Ia menyebutkan fasilitas pengungsian seperti dapur umum, pos kesehatan, dan area logistik, serta bantuan lainnya, insyaallah sudah disiapkan dan sebagian batuan sudah di salurkan kepada korban banjir, sebut Bupati

Alhamdulillah ucap Salim Fakhry Presiden juga mendengarkan langsung cerita dan kebutuhan yang disampaikan warga, Presiden pun akan memastikan pemerintah membangun infrastruktur jembatan dan bendungan di wilayah Aceh Tenggara.

Penulis: M YusufEditor: Herwanto