Warga Minta Pembangunan Irigasi Lawe Harum Dirampungkan

Warga Minta Pembangunan Irigasi Lawe Harum Dirampungkan
Warga Minta Pembangunan Irigasi Lawe Harum Dirampungkan

HALOPOS.ID|ACEH TENGGARA – Saluran irigasi di Desa Lawe Harum, Kecamatan Deleng pokhkisen, urat nadi bagi warga di dua kecamatan yaitu Kecamatan Deleng Pokhkisen dan Lawe Bulan.

Irigasi Lawe Harum sangat dibutuhkan untuk mengalirkan air sungai ke area persawahan dan kolam budidaya ikan di dua wilayah tersebut.

Diketahui Kecamatan Lawe Bulan dan Deleng Pokhkisen merupakan dua wilayah dengan produksi ikan air tawar tertinggi di Aceh Tenggara.

Warga berharap proyek Reahbilitasi dan Peningkatan Jaringan Utama, irigasi terus dilanjutkan agar sawah dan kolam ikan air tawar milik warga mendapatkan suplai air yang mencukupi. Mengingat Intake irigasi Lawe Kisam (Lawe Ski) sebagai irigasi penyuplai pembantu rusak belum mendapatkan pebaikan dan sekira seribuan hektare lahan sawah dan kolam kini bergantung pada saluran irigasi Lawe Harum sebagai penyalur utama suplai air.

Seperti kita ketahui Kabupaten Aceh Tenggara tercatat sebagai daerah produksi ikan tawar terbesar di Aceh.

Pembudidaya ikan di Aceh Tenggara,khususnya di wilayah Deleng Pokhkisen dan Lawe Bulan banyak lahan kolam beralih menjadi sawah. Salah satu faktor penyebabnya yaitu, sulitnya suplai air untuk kolam. Akibatnya pruduksi ikan air tawar di Aceh Tenggara tercatat mengalami penurunan produksi.

Simbolon 48 warga tading niulihi mengatakan sebelum irigasi diperbaiki, petani hanya bisa tanam satu kali setahun. Saat kemarau, sawah mengering dan dapat berdampak gagal panen.

”Dengan dibangunya kembali Irigasi Lawe Harum diharap pasokan air untuk persawahan dan kolam ikan warga dapat dipenuhi,” kata Simbolon Selasa (12/5/2026).

Tumpuan Ekonomi Warga

Irigasi Lawe Harum jadi tumpuan utama ekonomi masyarakat. “Kalau air lancar, perputaran uang di desa juga naik. Gabah banyak, upah buruh tani jalan, kios pupuk, kios pakan ikan laku,” Makanya irigasi Lawe Harum ini vital,

Sementara itu, petani dari Desa Gusung Batu, Tuman mengaku harus gotong royong menambal saluran air Lawe Harum pakai karung pasir dan batu batu tiap musim tanam.

“Kami sangat berharap irigasi Lawe Harum segera diselesaikan sehingga airnya sampai ke desa kami serta dapat di gunakan oleh masyarakat,” ujarnya.

Perlu kita ketahui proyek Reahbilitasi dan Peningkatan Jaringan Utama di Kewenangan Daerah Provinsi Aceh tahap II (Paket I) denagan nomor kontrak :PB 0201-Bws1 61/1704 nilai kontrak : Rp.26.270.878.00 , untuk tiga kabupaten di Provinsi Aceh,

Dengan sumber dana dari APBN Kementrian Pekerjaan Umum Direktorat Jendral Sumber Daya Air,

Kontraktor, PT Hutama Karya (Persero) Konsultan Pengawas, Agrinas Jaladri, yang saat ini masih berjalan pekerjaannya.

Walaupun sempat mejadi perbincangan hangat proyek tersebut dikalangan aktivis dan masyarakat, disisilain masyarakat di dua kecamatan khususnya para petani dan petani pembudidaya ikan tawar sangan membutuhkan air.

Banyak para petani merasa bersyukur dan berterimakasih kepada pemerintah pusat maupun pemerintah daerah sudah mewujudkan pembangunan irigasi tersebut, sehingga masalah air selama ini bakal teratasi.

Laporan : M Yusuf