HALOPOS.ID|PALEMBANG – Civitas Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Fatah Palembang kembali menggelar prosesi wisuda. Pada wisuda ke 79 ini, sebanyak 673 mahasiswa mengikuti wisuda secara tatap muka yang digelar di Academic Center UIN Raden Fatah Palembang, Sabtu (11/12/2021).
Dalam wisuda ini, Rektor UIN Raden Fatah Palembang, Prof. Dr. Nyayu Khodijah, S.Ag., M.Si memberikan pesan kepada alumni dalam mengabdi untuk Indonesia. Pesan pertama, Rektor berpesan agar alumni mampu mengoptimalkan kecerdasan intelektual. Menurut Rektor, sebagai alumni PTKI tidak hanya konsen di bidang keagamaan namun juga memiliki kemampuan intelektual yang multidisipliner, tidak monodisipliner dengan memperkaya khazanah keilmuan di dunia nyata.
“Alumni mesti menjadikan Islam sebagai sumber ilmu pengetahuan sains, sosial, ekonomi, politik, dan lain sebagainya agar menjadi sarjana muslim yang memiliki kompetensi selain pengetahuan keagamaan. Dengan demikian, para alumni dapat menunjukkan keunggulan di hadapan dunia,” pesan Rektor.
Kemudian, Rektor juga meminta kepada alumni harus memiliki kreatifitas dan inovasi. Di zaman ini, kecerdasan intelektual tidak cukup untuk dijadikan modal agar dapat berdaya saing, apalagi di kancah global. Para alumni harus terus meningkatkan kualitas diri dengan cara mengasah daya kreatifitas. Kemampuan inovasi sangat diperlukan untuk menciptakan sebuah karya yang bernilai guna sekaligus bernilai ekonomis.
“Oleh karena itu, melalui momen wisuda ini, Saya selaku Rektor sangat berharap sekaligus berpesan kepada seluruh alumni agar tidak hanya menjadi konsumen dari berbagai prodak teknologi tetapi juga menjadi produsen. Tidak hanya menjadi objek yang dikendalikan dari pesatnya perkembangan ilmu pengetahuan, tetapi juga menjadi subjek yang mengendalikan,” ujar Rektor.
Pesan ketiga, Rektor meminta alumni untuk mengabdi sesuai profesi dan bidang keilmuan. Para alumni mengabdi sesuai dengan profesi dan bidang keilmuan yang dimiliki saat ini. Menjadi pendidik bagi lulusan Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan, pengacara, hakim, atau jaksa bagi lulusan fakultas Syariah dan Hukum dan lain-lain. Profesi di lakukan dengan ikhlas dan penuh rasa tanggung jawab.
Terakhir, Rektor berharap agar alumni menjadi marcusuar kearifan di tengah globalisasi. Para alumni harus senantiasa menginterasikan nilai-nilai keislaman dan kearifan budaya di setiap aspek-aspek kehidupan.
“Para alumni harus menjadi problem solver di tengah masyarakat dengan menjadikan nilai-nilai keislaman dan kearifan budaya sebagai bingkai kehidupan untuk membendung arus radikalisasi, sekularisasi dan liberalisasi yang dibawa oleh perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi,” jelas Rektor. (HSB)
















