HALOPOS.ID|PALEMBANG — Pedasnya cabai kini bukan lagi di lidah, tapi di kantong. Harga cabai di pasar-pasar Palembang terus melesat dan kini nyaris menyentuh Rp100 ribu per kilogram.
Yang paling melonjak adalah cabai merah keriting. Jenis cabai yang paling banyak dicari untuk masakan sehari-hari ini kini jadi yang termahal.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan (DKPP) Sumsel, Ruzuan Effendi, membenarkan kondisi tersebut saat dikonfirmasi, Sabtu (7/11/2026).
“Harga cabai merah keriting berkisar Rp85 ribu – Rp90 ribu per kg hari ini di pasar Palembang. Sedangkan cabai rawit merah dijual Rp75 ribu per kg,” ungkap Ruzuan.
Menurut Ruzuan, harga cabai sebenarnya sudah mulai goyang sejak bulan lalu. Saat itu harga masih naik-turun di rentang Rp60 ribu hingga Rp80 ribu per kg. Namun dalam beberapa pekan terakhir, grafiknya terus menanjak hingga mendekati Rp100 ribu.
DKPP Sumsel, kata dia, tidak tinggal diam. Pemantauan harga bahan pokok terus dilakukan setiap hari untuk melihat perkembangan di pasaran. Cabai menjadi sorotan karena komoditas ini merupakan kebutuhan pokok yang hampir tidak pernah absen dari belanja harian warga.
Petani Gagal Panen, Pasokan Seret
Ruzuan membeberkan biang kerok di balik mahalnya cabai saat ini.
Faktor pertama adalah cuaca ekstrem. Cuaca yang tidak menentu membuat proses penanaman terganggu. Banyak petani kesulitan menanam, sehingga hasil panen ikut anjlok. Dampaknya, pasokan cabai ke pasar menyusut, sementara permintaan tetap tinggi.
“Salah satu penyebabnya adalah cuaca ekstrem yang menghambat proses penanaman dan berdampak pada penurunan produksi cabai. Dampak harga yang fluktuatif ini sudah terjadi hampir sebulan ini,” jelas Ruzuan.
Faktor kedua adalah distribusi yang tersendat. Beberapa waktu lalu sempat terjadi insiden kapal terbakar yang membuat arus lalu lintas terganggu. Akibatnya, pengiriman cabai ke pasar terlambat dan stok sempat kosong di beberapa titik. Kondisi inilah yang ikut memicu kenaikan harga dalam beberapa waktu terakhir.
Selain Cabai, Harga Lain Masih Aman
Kabar baiknya, tidak semua harga pangan ikut-ikutan naik. Sejumlah komoditas lain masih terpantau stabil dan relatif terjangkau.
Bawang merah dan bawang putih kompak di harga Rp35 ribu per kg. Beras premium dijual Rp16 ribu per kg, sedangkan beras SPHP yang disubsidi pemerintah masih di angka Rp12.500 per kg.
Untuk protein hewani, daging sapi masih dijual Rp150 ribu per kg. Daging ayam Rp35 ribu per kg, dan telur ayam Rp26 ribu per kg.
Harga ikan juga belum bergejolak. Ikan kembung dibanderol Rp42 ribu per kg, ikan tongkol Rp38 ribu per kg, dan ikan bandeng Rp32 ribu per kg.
Artinya, untuk sementara ini, yang benar-benar membuat belanja membengkak adalah cabai. Komoditas lain masih bisa menjadi alternatif agar dapur tetap ngebul tanpa harus merogoh kocek terlalu dalam.
Laporan : Rini
















