HALOPOS.ID|MUBA – Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru turun langsung ke lokasi kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Desa Tanjung Agung Timur, Kecamatan Lais, Musi Banyuasin, Sabtu (4/9/2026). Ia menegaskan penanganan Karhutla tidak bisa hanya mengandalkan water bombing dari udara.
Di hadapan Satgas, Herman Deru blak-blakan soal fakta di lapangan. Dari total 17 hektare lahan yang terbakar sebelumnya, empat helikopter yang dikerahkan dengan 120 kali sorti per hari nyatanya hanya mampu memadamkan 2,5 hektare.
“15 hektare sisanya padam karena kaki Satgas yang bekerja di lapangan. Ini bukti peran manusia di darat jauh lebih menentukan,” tegas Deru.
Menurut Deru, penanganan Karhutla di Sumsel masih setengah hati jika hanya fokus saat api sudah besar. Ia meminta sistem reward dan punishment diterapkan agar semua pihak peduli sejak api masih kecil.
“Kalau masih kecil kita cuek, begitu besar baru kelabakan. Itu yang harus diubah. Deteksi dini dan kepedulian itu kuncinya,” ujarnya dengan nada keras.
Gubernur juga melontarkan peringatan keras bagi pemangku wilayah. Ia mengultimatum para Kepala Desa dan Camat untuk tidak diam melihat warganya masih membersihkan lahan dengan cara membakar.
Deru menilai kebiasaan lama itu menjadi pemicu utama yang berulang setiap tahun. Ia meminta Dinas Pertanian dan Perkebunan turun tangan memberikan solusi, bukan sekadar melarang.
“Jangan lagi ada alasan buka lahan dengan dibakar. Risikonya terlalu besar, apalagi cuaca sekarang sangat mudah terbakar. Kades dan Camat harus jadi garda terdepan edukasi masyarakat,” tandasnya.
Ia menekankan, tanpa keterlibatan masyarakat dan sinergi total antara pemerintah, Satgas, TNI-Polri, dan perusahaan, Karhutla di Sumsel tidak akan pernah tuntas.
Laporan : AEW
















