OJK Sumsel Jemput Bola Literasi Keuangan Anak Muda Lewat Gerakan GESIT x OOTB GBK 2026

Foto bersama acara GESIT x OOTB GBK Palembang 2026 Gen LIMAS OJK Sumsel*
Foto bersama acara GESIT x OOTB GBK Palembang 2026 Gen LIMAS OJK Sumsel*

HALOPOS.ID|PALEMBANG – Di tengah maraknya tawaran investasi bodong dan pinjaman online ilegal yang menyasar anak muda, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Sumatera Selatan memilih untuk tidak menunggu. Lewat komunitas binaannya, Gen LIMAS, OJK turun langsung menyapa pelajar di ruang yang paling dekat dengan mereka: gudang buku.

Itulah yang terjadi di Gedung Galeri Cipta Budaya Palembang, dalam program GESIT (Gen LIMAS Visit) x OOTB GBK Palembang 2026. Selama dua hari, OJK Sumsel berkolaborasi dengan komunitas Out of The Box Gudang Buku Keliling (OOTB GBK) mengusung tema “Exploring Financial Literacy Together with Gen LIMAS”.

Bagi OJK, Gen LIMAS bukan sekadar komunitas. Mereka adalah perpanjangan tangan OJK untuk menerjemahkan bahasa regulasi yang kaku menjadi bahasa anak muda.

“Kolaborasi ini menjadi ruang bagi Gen LIMAS untuk berbagi pengetahuan mengenai pengelolaan keuangan secara bijak. Peningkatan akses terhadap produk keuangan harus diiringi dengan pemahaman yang memadai agar masyarakat mampu mengambil keputusan finansial secara aman dan rasional,” menjadi benang merah yang dibawa OJK dalam kegiatan ini.

Strategi jemput bola itu terlihat jelas pada hari pertama. Sasaran OJK adalah siswa-siswi SMK Negeri 8 Palembang. Kepala Perpustakaan SMK Negeri 8, Ainun, menyambut baik kehadiran OJK di sekolahnya.

“Semoga dengan adanya kegiatan ini bisa menjadi manfaat bagi siswa-siswi yang hadir dan mereka dapat memperoleh ilmu yang bermanfaat secara langsung dari kakak-kakak Gen LIMAS,” ujar Ainun.

Di hadapan para siswa, utusan OJK melalui Gen LIMAS, Reisa Dwi Alicia dan Shafa Aurelliza Arian, menekankan satu prinsip yang menjadi filter utama OJK dalam melindungi konsumen: Legal dan Logis.

OJK mengingatkan, sebelum menggunakan produk keuangan apapun, pastikan dua hal: Legal, artinya memiliki izin resmi dari OJK, dan Logis, artinya menawarkan keuntungan yang masuk akal. Dua kata kunci itu menjadi benteng pertama agar generasi muda tidak terjerat penipuan.

Komitmen OJK berlanjut di hari kedua melalui sesi BEKELAKAR (Belajar Kelola Keuangan dengan Aman dan Rasional) yang dibawakan Astrid Asya Syakira dan Syifa Zayyan Set Tabrin. Di sini, OJK tidak hanya bicara soal bahaya, tapi juga solusi. Peserta diajarkan cara praktis mengatur keuangan: memahami kondisi keuangan pribadi, membedakan kebutuhan dan keinginan, membiasakan menabung sebelum berbelanja, melunasi utang, hingga menyiapkan dana darurat.

Agar pesan OJK tidak berhenti sebagai teori, edukasi dikemas lewat lomba Ranking 1 yang diikuti masyarakat umum. Post survey, pengumuman pemenang, dan pembagian hadiah menjadi penutup rangkaian kegiatan.

Melalui GESIT x OOTB GBK 2026, OJK Sumsel ingin menegaskan satu hal: literasi keuangan tidak harus selalu di ruang seminar formal. Ia bisa tumbuh di antara rak buku, di tawa lomba, dan di obrolan santai kakak-adik.

Bagi OJK, anak muda yang cerdas finansial bukan hanya nasabah yang aman, tapi adalah fondasi dari sistem keuangan yang inklusif dan berdaya tahan di Sumatera Selatan.

Laporan : Redaksi