HALOPOS.ID|PALEMBANG – Di Kertapati, cerita tentang zakat tidak lagi hanya terdengar dari spanduk atau baliho. Zakat itu datang, mengetuk pintu, menyapa warga, dan duduk bersama mendengar keluh kesah.
Itulah yang dirasakan warga dan para jurnalis yang sehari-hari bertugas di Kertapati. Kehadiran Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Palembang di bawah kepemimpinan Kgs. M. Ridwan Nawawi, dinilai berbeda.
Bukan sekadar lembaga yang menunggu di balik meja kantor, tapi hadir sebagai tetangga yang peduli.
Hal itu diungkapkan Nata, perwakilan dari Media Center Jurnalis Kertapati (MCJK). Bagi mereka yang melihat langsung kondisi di lapangan, kerja BAZNAS terasa nyata.
“Kami melihat sendiri, Baznas Kota Palembang di bawah Pak Ridwan Nawawi itu benar-benar hadir. Beliau tidak hanya di kantor, tapi turun langsung menyapa warga, mendengarkan aspirasi mereka. Bantuannya pun disalurkan secara transparan dan benar-benar tepat sasaran kepada yang berhak,” ujar Nata dengan tulus, Kamis (28/8/2026).
Bagi MCJK, apa yang dilakukan BAZNAS di Kertapati bukan sekadar soal bantuan. Ini soal kepercayaan. Kepercayaan bahwa setiap rupiah zakat yang dititipkan umat, dikelola dengan amanah dan kembali lagi kepada mereka yang membutuhkan, kepada para mustahik yang selama ini mungkin luput dari perhatian.
“Kehadiran Baznas di Kertapati itu memberi harapan. Warga jadi percaya, bahwa dana zakat ini dikelola dengan amanah, profesional, dan manfaatnya bisa langsung dirasakan. Senyum mustahik itu jadi buktinya,” lanjutnya.
Apresiasi ini bukan sekadar pujian. Ini adalah ajakan untuk terus menjaga kebaikan itu. MCJK berharap, langkah baik ini tidak berhenti di sini.
Sinergi antara BAZNAS, media, dan masyarakat harus terus dirawat, agar jangkauan kebaikan zakat ini semakin luas, semakin transparan, dan benar-benar menjadi jawaban atas kesulitan warga Palembang.
Karena pada akhirnya, zakat bukan hanya tentang angka. Tapi tentang kemanusiaan yang sampai.
















