HALOPOS.ID|BANYUASIN – Seorang perempuan bernama Ira Safitri (34), warga Dusun II, Desa Sungai Kedukan, RT 08, Kecamatan Rambutan, Kabupaten Banyuasin, diduga tenggelam di Sungai Komering saat hendak mandi. Hingga Minggu (5/7/2026), korban masih dalam pencarian Tim SAR Gabungan.
Peristiwa tersebut diduga terjadi pada Sabtu (4/7/2026) sekitar pukul 13.00 WIB. Berdasarkan informasi yang dihimpun, korban yang diketahui mengalami gangguan kejiwaan dan memiliki keterbatasan berjalan sehingga hanya dapat bergerak dengan cara berjongkok, hendak mandi di Sungai Komering yang berada tepat di belakang rumahnya.
Adik korban sempat melarang Ira pergi ke sungai sebelum meninggalkan rumah. Namun sekitar pukul 15.00 WIB, orang tua korban menyadari korban sudah tidak berada di rumah. Keluarga kemudian melakukan pencarian di sekitar lokasi, tetapi hingga sore hari korban tidak ditemukan dan diduga tenggelam di sungai tersebut.
Kantor SAR Palembang menerima laporan kejadian pada pukul 17.50 WIB. Setelah menerima informasi, satu tim rescue langsung diberangkatkan menuju lokasi untuk bergabung dengan unsur SAR Gabungan melakukan operasi pencarian.
Memasuki hari kedua, Tim SAR Gabungan mengintensifkan pencarian dengan melakukan penyisiran di atas permukaan Sungai Komering menggunakan perahu karet Basarnas dan perahu milik warga. Area pencarian mencakup sekitar 9 kilometer persegi.
Tim dibagi menjadi dua Search and Rescue Unit (SRU). SRU pertama melakukan penyisiran ke arah utara dengan cakupan sekitar 4 kilometer persegi, sedangkan SRU kedua menyisir ke arah tenggara seluas kurang lebih 5 kilometer persegi.
Selain melakukan penyisiran, petugas juga menyebarkan informasi kepada masyarakat yang berada di sepanjang bantaran Sungai Komering agar segera melapor apabila menemukan tanda-tanda keberadaan korban.
Kepala Kantor SAR Palembang Raymond Konstantin melalui Kepala Seksi Operasi Kantor SAR Palembang, Mancarah Wanto, mengatakan seluruh unsur SAR Gabungan akan terus mengoptimalkan upaya pencarian hingga korban ditemukan.
“Kami mengerahkan seluruh potensi SAR yang ada untuk melakukan pencarian secara maksimal. Kami berharap korban dapat segera ditemukan sehingga dapat segera diserahkan kepada pihak keluarga. Kami juga mengimbau masyarakat yang berada di sepanjang aliran Sungai Komering agar segera melapor kepada petugas apabila melihat tanda-tanda keberadaan korban,” ujar Mancarah Wanto.
Basarnas juga mengimbau masyarakat agar selalu meningkatkan kewaspadaan saat beraktivitas di perairan, terutama bagi anak-anak, lansia, maupun anggota keluarga yang membutuhkan pendampingan khusus. Masyarakat yang mengetahui adanya kondisi darurat atau membutuhkan bantuan pencarian dan pertolongan dapat menghubungi Basarnas melalui layanan darurat 115 yang tersedia secara gratis selama 24 jam.
Operasi pencarian melibatkan Basarnas Kantor SAR Palembang, TNI, Polri, BPBD, serta masyarakat setempat.
Laporan : Lana


















