HALOPOS.ID|PALEMBANG – Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Cipayung Plus Sumatera Selatan (Sumsel) menggelar aksi demonstrasi di depan gerbang DPRD Sumsel, Senin (22/6/2026). Massa aksi berasal dari berbagai organisasi kemahasiswaan, di antaranya PMII, GMNI, KAMMI, IPNU, GMKI, Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi (LMND), dan IMM.
Aksi tersebut dilakukan sebagai bentuk keprihatinan terhadap kondisi ekonomi nasional yang dinilai semakin membebani masyarakat. Dalam orasinya, para mahasiswa menyoroti kenaikan biaya hidup, ketidakstabilan harga kebutuhan pokok, hingga melemahnya nilai tukar rupiah yang dinilai berdampak langsung terhadap daya beli masyarakat.
Koordinator aksi, Syaidina Ali, mengatakan kondisi ekonomi saat ini membuat beban masyarakat semakin berat. Menurutnya, sejumlah program pemerintah seperti Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Koperasi Merah Putih belum memberikan manfaat yang dirasakan secara luas oleh masyarakat.
Ia juga menilai situasi tersebut diperparah oleh tekanan ekonomi global yang menyebabkan meningkatnya biaya produksi serta harga barang impor. Dampaknya, ruang fiskal pemerintah dinilai semakin terbatas dalam memenuhi kebutuhan dasar masyarakat.
Selain persoalan ekonomi, massa aksi turut menyoroti berbagai kebijakan pemerintah yang dianggap belum sepenuhnya berpihak kepada rakyat, khususnya di sektor pendidikan, kesehatan, dan perlindungan sosial. Mereka menilai akses terhadap layanan dasar tersebut masih belum merata, terutama bagi masyarakat berpenghasilan rendah.
Dalam orasinya, salah satu peserta aksi, Wahidin, menekankan pentingnya pengelolaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) yang lebih transparan serta berpihak pada kesejahteraan masyarakat.
“Kami mendorong optimalisasi penerimaan negara dan kebijakan yang mampu menciptakan pemerataan ekonomi, termasuk melalui wacana pajak kekayaan,” ujarnya.
Mahasiswa juga mendesak pemerintah untuk melakukan evaluasi terhadap kinerja kabinet yang dinilai perlu ditingkatkan dari sisi efektivitas, tata kelola pemerintahan, serta komitmen terhadap kepentingan publik.
Dalam aksi tersebut, mahasiswa menyampaikan sejumlah tuntutan, di antaranya menjamin ketersediaan dan stabilitas harga bahan bakar minyak (BBM), memastikan pemenuhan hak pendidikan dan kesehatan yang layak bagi seluruh warga negara, mendorong kebijakan perpajakan yang lebih berkeadilan termasuk pajak kekayaan, serta melakukan evaluasi terhadap kinerja kabinet pemerintahan saat ini.
Aspirasi mahasiswa diterima langsung oleh Wakil Ketua DPRD Sumsel, H Ilyas Panji Alam. Di hadapan massa aksi, ia memastikan seluruh tuntutan dan aspirasi yang disampaikan akan ditampung dan diteruskan kepada pemerintah pusat melalui mekanisme yang berlaku.
“Saya pastikan aspirasi adik-adik semua akan kami tampung dan kami teruskan sesuai mekanisme yang berlaku,” kata Ilyas.
Aksi demonstrasi berlangsung dengan pengawalan aparat kepolisian dan berjalan tertib. Setelah menyampaikan tuntutan dan berdialog dengan perwakilan DPRD Sumsel, massa aksi membubarkan diri secara damai.
Laporan : Adi


















