HALOPOS.ID|OGAN ILIR – Pengisian Bahan Bakar Minyak (BBM) di SPBU 23.306.23 milik Codo Halim Perkasa yang berada di Jalan Lingkar Selatan, Desa Pegayut, Kecamatan Pemulutan, Kabupaten Ogan Ilir kembali menuai sorotan warga sekitar.
Pasalnya, antrean panjang kendaraan berat yang disinyalir menggangu aktivitas warga tersebut terjadi hampir setiap hari disebut semakin tak terkendali hingga memakan bahu badan jalan dan melumpuhkan akses masyarakat sekitar.
Pantauan di lokasi menunjukkan deretan kendaraan seperti dam truk, truk fuso, hingga kendaraan angkutan berat lainnya mengular panjang sejak pagi hari. Antrean tersebut memenuhi sisi jalan utama dan menyebabkan kemacetan parah di kawasan Jalan Lingkar Selatan Pegayut.
Kondisi itu tidak hanya menghambat arus lalu lintas, tetapi juga berdampak langsung terhadap aktivitas warga. Sejumlah akses keluar masuk rumah warga disebut kerap tertutup kendaraan yang antre berjam-jam demi mendapatkan BBM.
Salah satu warga, Radiyal, mengaku kondisi tersebut sudah sangat meresahkan dan terjadi terus-menerus tanpa adanya penanganan serius dari pihak terkait.
“Kalau sudah antre panjang, kami susah keluar masuk rumah. Jalan jadi macet total, apalagi saat jam sibuk. Ini sudah sangat meresahkan,” ujarnya.
Menurut warga, antrean kendaraan berat yang memadati bahu jalan juga dinilai membahayakan keselamatan pengguna jalan. Banyak kendaraan berhenti hingga berlapis-lapis sehingga badan jalan menyempit dan rawan memicu kecelakaan lalu lintas.
Pengguna jalan yang melintas turut mengeluhkan kondisi antrean yang dianggap semrawut dan tidak tertib. Beberapa sopir disebut sengaja memarkirkan kendaraan sembarangan untuk mempertahankan posisi antrean, yang akhirnya semakin memperparah kepadatan kendaraan di kawasan tersebut.
Warga menilai lemahnya pengawasan dan tidak adanya pengaturan antrean yang tegas menjadi penyebab utama persoalan ini terus berulang. Mereka mendesak pihak pengelola SPBU segera melakukan penataan sistem pengisian agar antrean kendaraan tidak lagi meluber hingga ke badan jalan.
Selain itu, masyarakat meminta pemerintah daerah, dinas terkait, hingga aparat penegak hukum segera turun tangan melakukan penertiban sebelum kondisi semakin parah dan berpotensi memicu konflik di tengah masyarakat.
“Jangan tunggu ada kecelakaan atau keributan dulu baru ditindak. Kami hanya ingin jalan kembali normal dan warga tidak terus dirugikan,ungkap salah seorang warga lainnya.
Laporan : Wawan Irawanto



















