HALOPOS.ID|INDRALAYA – Hingga hari ini Sabtu 6 Juni 2026, Masyarakat keluhkan kondisi numpuknya antrean kendaraan berat
Dumb truk dan pribadi di lokasi SPBU no.24.306.26 mengingat SPBU ini keberadaannya terletak di tengah Kota Indralaya Ibu kota Kabupaten Ogan Ilir Sumsel. Kondisi ini telah berlangsung sejak beberapa waktu terkahir ini. Dampak numpuknya antrean kendaraan berat dan pribadi BBM Solar hingga saat ini masih semeraut, macet, mengganggu kelancaran lalu lintas jalan raya Sumatera-Jawa.
Saat awak media ini melakukan konfirmasi ke SPBU ini, berhasil memperoleh penjelasan dari salah seorang petugas SPBU yang meminta namanya untuk tidak ditulis menjelaskan, banyaknya kendaraan dumb truk dan pribadi jenis BBM solar anteran di SPBU adalah karena kurangnya ketersedian BBM jenis Solor dari Pertamina Pemasaran Sumsel Palembang, terkesan pihak Pertamina enggan memenuhi kuoata sebagaimana kebutuhan.
Lebih lanjut dikatakannya, kuota BBM Solar yang diberikan saat ini hanya maksimal 8 ton, sementara kebutukan pelayanan konsumen menurut kebiasaannya sebanyak 16ton. Selain jenis BBM solar yang tidak mencukupi, Pertamina juga tidak mensuplay BBM jenis Pertalite dihari minggu. Pertamina diduga sengaja membatasi suplay yang kami butuhkan dan pengirimannya juga tidak konsisten sesuai jadwal. Sehingga menyebabkan banyaknya kendaraan besar dan pribadi menumpuk anteran, menyebabkan kemacetan jalan dan membuat pemandangan kota jadi tidak baik.
Terpisah beberapa sopir dumb truk dan pribadi saat ditanya, mereka mengeluhkan kondisi antrean yg lama dan bahkan tiba giliran ternyata BBM solar nya habis, padahal sudah satu hari antrean, sehingga harus menunggu satu hari lagi dan harus bermalam di SPBU ujarnya kesal.
Sementara itu pihak Pertamina Pemasaran Sumsel, dalam hal ini bagian Humas Pertamina Pemasaran Sumsel saat dihubungi lewat phonselnya, berjanji untuk memberikan statement dan tanggapan, kenapa sering terlambatnya suplay dan terbatasnyo kuota BBM Solar di SPBU, dan tidak disuplaynya BBM jenis Pertalite di SPBU no 23.306.26 Indralaya, hingga berita ini naik online, statement dan tanggapan tidak juga diberikan, bahkan ada tiga nomor phonsel unsur Pimpinan Pertamina Pemasaran Sumsel saat dihubungi kembali, semua sudah tidak aktif.
Pemandangan numpuknya antrean kendaraan berat dan pribadi jenis BBM solar terjadi juga di beberapa SPBU yang ada di wilayah Ogan Ilir lainnya. (GMA)

















