HALOPOS.ID|LINGGA – Seekor buaya sungai sepanjang sekitar 3,6 meter menjadi tontonan warga setelah berhasil ditangkap oleh Mazni (63), warga Desa Panggak Laut, Kecamatan Lingga, Kabupaten Lingga.
Reptil berukuran besar tersebut sebelumnya dikeluhkan warga karena diduga kerap memangsa ternak dan menimbulkan kekhawatiran terhadap keselamatan masyarakat sekitar.
Buaya tersebut ditangkap pada Senin malam, sekitar pukul 19.00 WIB di sungai yang berada di belakang permukiman warga. Penangkapan dilakukan menggunakan alat pancing sederhana.
Kepada Halopos.id, Selasa (2/6/2026), Mazni mengatakan dirinya bersama sang anak berhasil menangkap buaya tersebut setelah melakukan pemantauan di sekitar sungai belakang rumah mereka.
“Ditangkap tadi malam menggunakan pancing. Saya bersama anak saya,” ujar Mazni.
Menurutnya, keberadaan buaya itu sudah cukup lama menjadi keresahan masyarakat setempat. Selain diduga memangsa ayam dan ternak milik warga, kemunculannya juga menimbulkan kekhawatiran karena banyak anak-anak yang kerap bermain dan berenang di sungai, terutama saat musim hujan.
“Kami khawatir karena sudah beberapa kali ternak warga hilang. Selain itu, anak-anak juga sering berenang di sekitar sini ketika musim hujan seperti sekarang,” katanya.
Setelah berhasil ditangkap, buaya tersebut kemudian diikat dan diamankan dalam kondisi hidup di samping rumah warga.
Proses pengamanan turut dibantu oleh sejumlah warga yang datang ke lokasi.
Keberadaan buaya berukuran besar itu sontak menarik perhatian masyarakat. Lokasinya yang tidak jauh dari jalan umum membuat banyak warga yang melintas berhenti untuk melihat secara langsung satwa liar tersebut.
Sejak pagi hari, warga berdatangan untuk menyaksikan buaya yang berhasil ditangkap itu. Bahkan, tidak sedikit yang mengabadikan momen langka tersebut menggunakan telepon genggam mereka.
Meski demikian, warga berharap instansi terkait segera turun ke lokasi untuk melakukan evakuasi dan penanganan lebih lanjut. Selain demi keselamatan masyarakat, langkah tersebut dinilai penting mengingat buaya merupakan satwa liar yang memiliki habitat alami dan memerlukan penanganan khusus.
Warga juga berharap adanya upaya pencegahan serta sosialisasi kepada masyarakat yang tinggal di wilayah pesisir maupun bantaran sungai. Pasalnya, kemunculan buaya di kawasan permukiman bukan kali pertama terjadi di Kabupaten Lingga.
Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari instansi terkait mengenai rencana evakuasi buaya tersebut. Halopos.id masih berupaya melakukan konfirmasi untuk memperoleh informasi lebih lanjut terkait penanganan satwa liar tersebut.
Pewarta : Doni/Nazi







