HALOPOS.ID/JEMBER – Pergantian direksi di Perumda Perkebunan Kahyangan Jember berlangsung dengan konsep sederhana tanpa hiburan maupun jamuan mewah Senin (18/5/2026).
Langkah tersebut sengaja dipilih jajaran direksi baru sebagai bentuk empati terhadap kondisi para buruh perkebunan yang masih menghadapi berbagai persoalan kesejahteraan.
Direktur Utama Perumda Kahyangan yang baru, Gogot Cahyo Baskoro, menegaskan dirinya meminta acara serah terima jabatan digelar secara sederhana tanpa prasmanan dan musik hiburan.
Menurut Gogot, kesederhanaan itu penting untuk menjaga sensitivitas terhadap para pekerja perkebunan yang hingga kini masih membutuhkan perhatian lebih dari perusahaan.
Dalam agenda sertijab tersebut, turut diperkenalkan tiga direksi baru Perumda Kahyangan, yakni Gogot Cahyo Baskoro sebagai Direktur Utama, Dima Akhyar sebagai Direktur Umum dan Keuangan, serta Nyoman Aribowo yang menjabat Direktur Produksi dan Pemasaran.
Acara juga dihadiri Asisten Perekonomian dan Pembangunan Ratno C. Sembodo, Plt Direktur Utama sebelumnya Danang Andri Asmara, serta jajaran pegawai Perumda Kahyangan.
Dalam sambutannya, Gogot menyampaikan dirinya belum ingin menikmati euforia jabatan karena masih banyak pekerjaan rumah yang harus diselesaikan di tubuh perusahaan daerah tersebut. Ia menilai tantangan pembenahan manajemen, produktivitas kebun, hingga fasilitas kerja masih menjadi prioritas utama.
Gogot mengaku cukup memahami kondisi internal perusahaan karena telah mengikuti perkembangan Perumda Kahyangan selama hampir dua dekade. Dari pengamatannya, sejumlah fasilitas penunjang kerja direksi pun masih jauh dari memadai.
Meski begitu, ia memastikan kebutuhan fasilitas awal tidak akan membebani keuangan perusahaan. Direksi baru disebut siap menggunakan dana pribadi untuk menunjang aktivitas kerja mereka.
Selain fokus pada pembenahan internal, Gogot juga memberikan apresiasi kepada Danang Andri Asmara yang dinilai mampu menjaga stabilitas perusahaan selama masa transisi kepemimpinan.
Sementara itu, Ratno C. Sembodo meminta jajaran direksi baru menghadirkan inovasi dan terobosan baru agar perusahaan tidak terus berjalan dengan pola lama. Ia menilai perubahan strategi sangat dibutuhkan untuk memulihkan kondisi perusahaan.
Ke depan, Perumda Kahyangan tidak hanya akan berfokus pada sektor perkebunan, tetapi juga mulai mengembangkan potensi wisata berbasis alam dan produk kopi premium. Sejumlah kawasan perkebunan direncanakan menjadi destinasi wisata yang mampu mendukung peningkatan pendapatan perusahaan.
Direksi baru berharap transformasi tersebut dapat membawa Perumda Kahyangan menjadi perusahaan daerah yang lebih sehat, profesional, serta mampu meningkatkan kesejahteraan para buruh perkebunan di Jember.
Laporan : Bagus






















