HALOPOS.ID|PALEMBANG – Potret pilu kembali menyayat hati nurani. Seorang lanjut usia bernama Cekna, warga Jalan Faqih Usman, SU 1, Kota Palembang, diduga telah puluhan tahun hidup dalam kondisi memprihatinkan tanpa tersentuh bantuan pemerintah.
Menurut keterangan keluarga dan warga sekitar, Cekna bersama anak tunggalnya telah menempati gubuk yang jauh dari kata layak huni selama kurang lebih 45 tahun. Ironisnya, hingga kini belum terlihat adanya perhatian serius dari pihak terkait, baik dari pemerintah kota maupun instansi sosial lainnya.
Kondisi Cekna semakin memprihatinkan. Di usia senjanya, ia mengalami keterbatasan fisik, termasuk gangguan penglihatan akibat penyakit katarak. Dengan kondisi tersebut, ia tidak lagi mampu bekerja untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari.
“Saya sangat berharap ada bantuan dari pemerintah. Ibu saya sudah tua dan tidak mampu lagi bekerja,” ujar Eni Anggraini, anak tunggal Cekna, Rabu (15/4/2026).
Untuk bertahan hidup, Eni harus bekerja serabutan sebagai buruh upahan, salah satunya dengan mengolah daun nipah. Penghasilan yang tidak menentu membuat mereka hanya mampu bertahan dalam keterbatasan, bahkan untuk memperbaiki tempat tinggal pun tak sanggup.
Cekna mengaku selama ini belum pernah merasakan bantuan dari program pemerintah, meskipun berbagai program sosial kerap digulirkan. Ia merasa seolah keberadaannya tidak terlihat oleh pihak berwenang.
“Selama ini kami seperti tidak dianggap ada. Padahal kami benar-benar butuh bantuan. Saya sudah tidak bisa bekerja lagi,” ungkap Cekna dengan nada lirih.
Kondisi rumah yang ditempati pun sangat memprihatinkan—atap bocor, dinding lapuk, dan struktur bangunan yang rapuh menjadi ancaman setiap saat. Situasi ini tentu sangat berbahaya, terlebih bagi seorang lansia dengan kondisi kesehatan yang terbatas.
Kisah ini menjadi pengingat bagi semua pihak, khususnya pemerintah setempat, agar lebih peka dan responsif terhadap kondisi warganya yang membutuhkan uluran tangan. Harapan besar kini tertuju pada adanya perhatian dan tindakan nyata, agar Cekna dapat merasakan kehidupan yang lebih layak di masa tuanya.
Akankah suara hati dari sudut Kota Palembang ini akhirnya didengar? Warga berharap, kisah ini tidak lagi hanya menjadi cerita pilu, tetapi menjadi awal hadirnya kepedulian nyata.
Penulis : Meriyanto







![Sebanyak 19 Pejabat Pemerintah Kota [Pemkot] Palembang dari eselon II, III hingga IV resmi dilantik Wali Kota Ratu Dewa didampingi Wakil Wali Kota Prima Salam pada Rabu 6 Mei 2026, berlangsung di rumah dinas Wali Kota Palembang Jalan Tasik.](https://halopos.id/wp-content/uploads/2026/05/IMG-20260506-WA0020_copy_793x439-250x140.jpg)






![Sebanyak 19 Pejabat Pemerintah Kota [Pemkot] Palembang dari eselon II, III hingga IV resmi dilantik Wali Kota Ratu Dewa didampingi Wakil Wali Kota Prima Salam pada Rabu 6 Mei 2026, berlangsung di rumah dinas Wali Kota Palembang Jalan Tasik.](https://halopos.id/wp-content/uploads/2026/05/IMG-20260506-WA0020_copy_793x439-400x225.jpg)




