Bupati Jember: Pasokan BBM Ditambah 300.000 Liter, Stok Melimpah

Bupati Jember: Pasokan BBM Ditambah 300.000 Liter, Stok Melimpah
Bupati Jember: Pasokan BBM Ditambah 300.000 Liter, Stok Melimpah

HALOPOS.ID/JEMBER – Bupati Jember Muhammad Fawait memastikan stok bahan bakar minyak (BBM) di Kabupaten Jember dalam kondisi aman.

Apalagi, pada Jumat, 6 Maret, tercatat ada tambahan 100.000 liter BBM khusus untuk wilayah Jember.

Sementara pada Sabtu, 7 Maret, pasokan kembali ditambah sekitar 300.000 liter.

Untuk itu, Masyarakat diminta tidak melakukan pembelian berlebihan atau panic buying karena pasokan dipastikan cukup hingga Hari Raya Idul Fitri.

Hal tersebut disampaikan Fawait usai rapat koordinasi bersama kepolisian, pihak Pertamina, Hiswana Migas, serta sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD) terkait pada Sabtu (7/3/2025).

“Stok BBM di Kabupaten Jember sangat aman. Bahkan berdasarkan laporan dari pihak Pertamina, stoknya melimpah. Jadi masyarakat tidak perlu khawatir ataupun terpancing melakukan pembelian berlebihan,” kata dia.

Pemerintah Kabupaten Jember juga memastikan pasokan BBM terus ditambah.

Dengan tambahan tersebut, pemerintah daerah memastikan distribusi BBM tetap stabil dan mencukupi kebutuhan masyarakat.

“Dengan tambahan pasokan ini, kami tegaskan lagi bahwa stok BBM aman dan bahkan melimpah. Insyaallah cukup sampai Hari Raya Idul Fitri bahkan lebih,” ujar Fawait.

Berdasarkan pemantauan pemerintah daerah, tren pembelian BBM mulai kembali normal. Jika dibandingkan antara Kamis (5 Maret) dan Jumat (6 Maret), tingkat pembelian sudah menurun.

Antrean kendaraan masih terlihat di beberapa SPBU wilayah perkotaan di Jember, namun tidak sepanjang sebelumnya. Sementara di wilayah pinggiran atau luar kota, antrean relatif lebih pendek dan masih berada dalam area SPBU.

“Kondisi sudah mulai membaik. Pembelian mulai menurun dan kembali ke pola normal,” jelasnya.

Pemkab Jember bersama kepolisian akan melakukan pengawasan ketat di seluruh SPBU untuk mencegah praktik penimbunan BBM.

Pengawasan akan melibatkan Satpol PP, Dinas Perhubungan, dan Polres Jember. Jika ditemukan indikasi penimbunan, petugas akan memberikan peringatan terlebih dahulu sebelum mengambil tindakan tegas sesuai aturan hukum.

“Kami akan menindak tegas jika ada pihak yang membeli BBM dengan niat menimbun. Pengawasan akan dilakukan langsung di lapangan,” tegas Fawait.

Jika kondisi antrean BBM belum kembali normal dalam beberapa hari ke depan, Pemkab Jember mempertimbangkan langkah sementara berupa work from home (WFH) bagi aparatur sipil negara (ASN).

Selain itu, kegiatan belajar mengajar bagi siswa juga berpotensi dilakukan secara daring, terutama karena bertepatan dengan momentum bulan Ramadan.

Meski begitu, pemerintah optimistis situasi akan segera kembali normal karena tren pembelian sudah menurun.

Terkait harga BBM di tingkat eceran yang mulai naik, Pemkab Jember juga akan melakukan pemantauan bersama aparat kepolisian hingga tingkat kecamatan.

Petugas dari Polsek, Satpol PP, dan dinas terkait akan turun langsung untuk mengawasi kemungkinan penimbunan yang memicu kenaikan harga.

“Jika ada pihak yang sengaja menimbun lalu menjual dengan harga tinggi, kami akan mengambil tindakan tegas sesuai peraturan,” kata Fawait.

Gus Fawait kembali mengimbau masyarakat Jember untuk tetap tenang dan tidak terpancing isu kelangkaan BBM.

Ia menegaskan bahwa stok BBM dipastikan aman hingga Hari Raya Idul Fitri bahkan setelahnya.

“Masyarakat tidak perlu panik. Stok aman dan berlimpah. Kami ingin masyarakat bisa fokus menjalani ibadah di sisa bulan Ramadan dengan tenang,” ujarnya.