Gerak Cepat, Hunian Tak Layak Warga Prambon Masuk Program Bedah Rumah

Bupati Sidoarjo, H. Subandi, turun langsung meninjau kondisi rumah Arif Kholig, Rabu (24/12).
Bupati Sidoarjo, H. Subandi, turun langsung meninjau kondisi rumah Arif Kholig, Rabu (24/12).

HALOPOS.ID\SIDOARJO – Hidup dalam keterbatasan ekonomi dan kondisi kesehatan yang kian menurun, Arif Kholig (55), warga Desa Temu, Kecamatan Prambon, selama bertahun-tahun hanya bisa bertahan di rumah yang jauh dari kata layak. Penyakit Hepatitis B yang dideritanya membuat Arif tak lagi mampu bekerja, sementara tempat tinggal yang ia huni bersama istri, seorang anak, dan cucunya kerap bocor saat hujan dan rawan banjir.

Meski memiliki rumah sendiri, kondisi bangunan tersebut menyimpan persoalan serius. Atap rapuh, tembok retak, serta lantai rendah yang kerap terendam air menjadikan rumah itu tak sekadar tidak nyaman, tetapi juga membahayakan penghuninya. Keinginan memiliki rumah yang layak selama ini hanya menjadi harapan bagi keluarga kecil tersebut.

Harapan itu mulai menemukan jalannya setelah Bupati Sidoarjo, H. Subandi, turun langsung meninjau kondisi rumah Arif Kholig, Rabu (24/12). Dari hasil peninjauan di lapangan, Subandi memastikan rumah tersebut akan segera direnovasi melalui program bedah rumah yang dimiliki Pemerintah Kabupaten Sidoarjo.

“Kondisinya memang sudah tidak layak huni. Atap bocor, temboknya retak. Ini harus segera diperbaiki supaya keluarga bisa tinggal dengan aman dan nyaman,” kata Subandi saat berdialog dengan keluarga Arif.

Tak hanya direnovasi, rumah tersebut juga akan ditinggikan. Pasalnya, lokasi rumah Arif berada di kawasan yang rawan genangan saat musim hujan. Subandi pun langsung meminta Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Sidoarjo untuk mempercepat proses perbaikan.

“Kalau hujan sering banjir. Kalau dibiarkan, kasihan yang tinggal di sini. Ini harus segera ditangani,” tegasnya.

Di hadapan bupati, Arif Kholig tak mampu menyembunyikan rasa harunya. Ia mengaku bersyukur karena rumah yang selama ini ditempati dalam kondisi serba terbatas akhirnya akan diperbaiki. Dalam kunjungan tersebut, Subandi juga menanyakan kondisi kesehatan Arif. Diketahui, Arif telah terdaftar sebagai peserta BPJS Kesehatan dan rutin menjalani pengobatan setiap bulan.

Bagi Subandi, program bedah rumah bukan sekadar memperbaiki bangunan fisik, tetapi juga bagian dari upaya menghadirkan kehidupan yang lebih sehat dan bermartabat bagi warga kurang mampu. Ia berharap, setelah renovasi selesai, Arif dan keluarganya dapat menempati rumah yang lebih layak dan aman.

“Semoga diberi kesembuhan dan kekuatan dalam menjalani pengobatan,” ucap Subandi.

Tak berhenti di situ, Subandi juga menyampaikan rencana lanjutan program pemberdayaan ekonomi warga. Pada 2026 mendatang, Pemkab Sidoarjo akan meluncurkan Program Bedah Warung bagi masyarakat kecil.

“Nanti tahun 2026 ada program Bedah Warung. Per warung itu Rp10 juta. Warungnya didandani, supaya jualannya bisa lebih lancar,” pungkasnya.

Kunjungan tersebut menjadi secercah harapan baru bagi Arif Kholig dan keluarganya. Dari rumah reyot yang selama ini mereka huni, kini terbuka peluang untuk menjalani kehidupan yang lebih layak dan penuh harapan.

Penulis: Sapto JumadiEditor: Herwanto