HALOPOS.ID|PALEMBANG – Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru menekankan pentingnya akurasi data kependudukan sebagai fondasi utama setiap langkah pembangunan daerah. Menurutnya, seluruh kebijakan pemerintah, baik di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota, hanya dapat berjalan efektif jika ditopang data yang benar dan mutakhir.
Hal ini ia sampaikan dalam acara Pemberian Penghargaan Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik Disdukcapil se-Sumsel di Graha Bina Praja, Kamis (11/12/2025). Acara tersebut mengumpulkan para pejabat Disdukcapil dari seluruh Sumsel sebagai bentuk apresiasi atas inovasi pelayanan yang telah dihasilkan.
Dalam pidatonya, Herman Deru menyoroti fenomena rendahnya kesadaran masyarakat untuk mengurus KTP dan dokumen kependudukan lainnya tepat waktu. Banyak warga baru mengurus identitas ketika ada kebutuhan administratif, padahal usia wajib KTP adalah 17 tahun.
Menurutnya, kebiasaan ini menjadi akar masalah ketidakakuratan data kependudukan di berbagai daerah. Ketidaktepatan data mempengaruhi penyaluran bantuan, perencanaan pembangunan, hingga penetapan anggaran. “Mustahil kita membuat perencanaan tanpa tahu data secara detail,” ujarnya.
Ia menekankan bahwa data kependudukan adalah data yang paling fundamental, meliputi KTP, Kartu Keluarga, akta kelahiran, serta data pindah dan kematian. Seluruhnya harus terintegrasi dan diperbarui secara berkala agar kebijakan pemerintah dapat dirancang dengan tepat.
Gubernur juga meminta seluruh kepala daerah hingga aparat desa dan kelurahan untuk aktif menyosialisasikan pentingnya administrasi kependudukan sejak dini. Bahkan, ia mendorong agar edukasi dilakukan melalui sekolah untuk memastikan kesadaran generasi muda.
Selain akurasi data, ia menilai strategi pelayanan jemput bola harus diperkuat untuk menjangkau masyarakat yang sulit mengakses kantor layanan. Pendekatan ini dianggap efektif untuk mempercepat ketertiban administrasi dan memperluas jangkauan pelayanan.
Dalam kesempatan yang sama, dilakukan penandatanganan PKS pemanfaatan data antara Bapenda dan RSUD Siti Fatimah dengan Disdukcapil Provinsi Sumsel, sebagai bagian dari upaya integrasi data dalam pelayanan publik lintas sektor.
Perencana Ahli Muda Setditjen Dukcapil, Zainudin, menjelaskan bahwa inovasi pelayanan yang mendapat penghargaan harus memenuhi empat kriteria utama: kebaruan, efektivitas pelaksanaan, manfaat, serta keberlanjutan. Kriteria ini diharapkan mendorong daerah menciptakan inovasi yang berdampak nyata.
Pada kompetisi tersebut, penghargaan Top 3 Inovasi Disdukcapil diberikan kepada Kota Pagaralam, Kota Prabumulih, dan Kabupaten Lahat. Sementara Top 3 Inovator disabet oleh Kabupaten OKU Selatan, Kabupaten Musi Banyuasin, dan Kabupaten Muara Enim.
Gubernur Herman Deru mengucapkan selamat kepada para pemenang dan mengajak seluruh daerah untuk terus berinovasi. Menurutnya, akurasi data yang kuat didukung inovasi pelayanan akan menjadi landasan utama Sumsel dalam mendorong pembangunan yang lebih efektif dan berkelanjutan.
















