HALOPOS.ID|PALEMBANG – Dampak kemarau panjang mulai dirasakan warga Palembang. Tak hanya kekeringan, kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) juga menyelimuti kota.
Menyikapi kondisi itu, Wali Kota Palembang Ratu Dewa memimpin langsung munajat dan doa bersama meminta hujan dalam peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 Hijriah di Kelurahan Lebong Gajah, Kecamatan Sematang Borang, Selasa (8/9/2026) malam.
Acara yang dipusatkan di Jalan Musi Raya itu dihadiri Habib Amak Shahab, tokoh agama, tokoh masyarakat, majelis taklim, dan ormas setempat.
Di hadapan warga, Ratu Dewa menyebut doa bersama menjadi ikhtiar langit setelah berbagai upaya darat dilakukan untuk menangani karhutla.
“Sudah cukup lama Palembang tidak diguyur hujan. Malam ini kita bersama-sama bermunajat, memohon kepada Allah SWT agar segera menurunkan hujan yang membawa berkah,” ucap Ratu Dewa.
Pada kesempatan yang sama, warga juga mendoakan korban erupsi Gunung Anak Krakatau. Doa dipanjatkan agar para penyintas diberi kekuatan menghadapi musibah.
Ratu Dewa mengingatkan, persoalan asap dan kerusakan lingkungan bukan hanya tugas pemerintah. Ia meminta TNI, Polri, dan seluruh lapisan masyarakat terlibat aktif menjaga alam.
“Jangan bakar lahan, jangan rusak hutan. Kalau alam kita jaga, alam akan jaga kita. Ini butuh gotong royong semua pihak,” tegasnya.
Menurutnya, momen Maulid Nabi harus menjadi pengikat persatuan untuk membangun Palembang yang lebih religius dan peduli lingkungan.
Laporan : NT
















