HALOPOS.ID|PALEMBANG – Partai Golkar mulai memanaskan mesin politiknya menghadapi Pemilu 2029. Konsolidasi total dilakukan dari Sumatera Selatan.
Melalui Rapat Koordinasi Teknis (Rakornis) Pemenangan Pemilu dan Bimbingan Teknis (Bimtek) Anggota Fraksi se-Indonesia, DPP Partai Golkar mengumpulkan kekuatan legislatifnya di Hotel Aryaduta Palembang, 2-4 Oktober 2026.
Forum strategis bertema “Optimalisasi Peran Anggota Fraksi Partai Golkar dalam Penguatan Konsolidasi Organisasi dan Pemenangan Pemilu” ini menjadi ajang pemantapan barisan untuk PP Wilayah Sumatera.
Hadir langsung Sekretaris Jenderal DPP Partai Golkar Muhammad Sarmuji, Ketua DPD Golkar Sumsel Andie Dinialdie, S.E., M.M., serta seluruh jajaran anggota DPR RI dan DPRD provinsi, kabupaten/kota se-Sumbagsel.
Dua Misi Politik Golkar
Di hadapan kader dan legislator, Sarmuji menegaskan dua misi besar Golkar saat ini. Pertama, menjadi garda terdepan menyukseskan pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.
Kedua, membangun infrastruktur pemenangan dini menuju Pemilu 2029.
“Hari ini kita melaksanakan rapat koordinasi teknis pemenangan pemilu dan bimbingan teknis. Dari beberapa provinsi, terutama di Sumatera bagian Selatan, kita memantapkan perjuangan untuk pertama mensukseskan pemerintahan Pak Prabowo dan Wakil Presiden Gibran,” tegas Sarmuji.
Menurut Sarmuji, konsolidasi tidak boleh berhenti di ruang rapat. Anggota Fraksi Golkar di semua tingkatan diperintahkan untuk memetakan persoalan riil masyarakat sebagai amunisi politik.
“Kita memantapkan diri untuk menyongsong Pemilu 2029 yang akan datang dengan konsolidasi, termasuk memetakan persoalan masyarakat di daerah yang harus kita tindaklanjuti oleh anggota DPRD kabupaten/kota, provinsi, dan DPR RI,” katanya.
Ia menyebut pola Bimtek tahun ini diubah menjadi berbasis kewilayahan agar lebih tajam membaca medan.
“Bimtek dilakukan terpusat secara nasional, tetapi tahun ini kita adakan tersebar di berbagai daerah di beberapa wilayah. Di Sumsel kita laksanakan di Palembang. Kita adakan kegiatan ini supaya lebih dekat dengan masyarakat dan tahu persoalan di masyarakat,” ujarnya.
Sindir Karhutla Sumsel Sampai Masuk Hotel
Menariknya, di tengah forum konsolidasi tersebut, isu lokal yang paling menyengat justru ikut masuk ke ruang rapat. Sarmuji menyentil persoalan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Sumsel yang asapnya bahkan terasa sampai ke dalam ballroom Hotel Aryaduta.
“Implementasinya tentu tergantung persoalan di daerah. Setiap wilayah mempunyai persoalan tersendiri. Misalnya di sini ada persoalan karhutla, ada asap yang kita rasakan sampai di dalam hotel kita,” sindirnya.
Bagi Sarmuji, karhutla adalah contoh klasik persoalan yang tak bisa diselesaikan secara sektoral. Butuh kolaborasi politik lintas level pemerintahan.
“Untuk penyelesaian persoalannya dibutuhkan komunikasi pemerintah pusat, provinsi, dan kabupaten/kota. Kita pasti akan membawa persoalan ini sampai ke masing-masing tingkatan supaya sama-sama kita kolaborasikan,” ujarnya.
Ia memastikan Fraksi Golkar Sumsel akan mendorong percepatan penanganan karhutla hingga ke tingkat DPR RI.
Tanggapi Partai Baru: Golkar Tak Gentar
Mengenai munculnya partai-partai baru jelang 2029, Sarmuji menunjukkan sikap percaya diri. Golkar, kata dia, tidak alergi kompetisi.
“Di tengah dinamika ada partai baru, tentu kita tidak merasa melihat partai lain sebagai persaingan. Silakan sama-sama berjuang politik, perjuangan untuk meraih simpati rakyat,” katanya.
Bagi Golkar, Pemilu adalah ajang berlomba dalam kebaikan program, bukan sekadar saling menjatuhkan.
“Kita hanya berkompetisi untuk berbuat baik. Masing-masing partai menawarkan programnya dan berlomba-lomba dalam kebaikan, berlomba-lomba untuk meraih hati masyarakat,” pungkas Sekjen DPP Golkar tersebut.
Laporan : Adi
















