Bupati Jember: Konsep Street Food Usung Nuansa Nusantara hingga Eropa Klasik

Bupati Jember: Konsep Street Food Usung Nuansa Nusantara hingga Eropa Klasik
Bupati Jember: Konsep Street Food Usung Nuansa Nusantara hingga Eropa Klasik

HALOPOS.ID/JEMBER – Pemerintah Kabupaten Jember terus mematangkan konsep pembangunan kawasan street food di sepanjang Jalan Kartini hingga Jalan Gatot Subroto. Kawasan kuliner ini disiapkan menjadi pusat UMKM sekaligus destinasi wisata malam dengan konsep tematik yang modern dan tertata.

Bupati Jember Muhammad Fawait meninjau langsung progres pembangunan kawasan tersebut pada Selasa (19/5/2026) malam. Dari hasil peninjauan, pembangunan disebut masih berada pada tahap awal dan belum mendekati penyelesaian.

“Kalau dibilang selesai, masih jauh. Pembangunannya baru sekitar 25 sampai 30 persen,” kata Fawait, Rabu (20/5/2026).

Menurutnya, sejumlah elemen utama dalam konsep street food Jember masih dalam proses pengerjaan. Beberapa fasilitas yang belum terpasang di antaranya lampu dekoratif, gerobak tematik untuk pedagang, hingga berbagai ornamen penunjang suasana kawasan.

Nantinya, area kuliner tersebut akan menghadirkan konsep unik dengan perpaduan nuansa Nusantara dan internasional. Lampu hias merah dan kuning berbentuk melengkung juga akan memperkuat tampilan kawasan agar lebih menarik saat malam hari.

Selain itu, penataan pedestrian dengan paving block mulai terlihat di sejumlah titik sepanjang jalur street food. Pemerintah daerah ingin menciptakan kawasan yang nyaman bagi pejalan kaki sekaligus ramah untuk aktivitas wisata malam.

Salah satu titik yang menjadi perhatian khusus berada di depan Gereja Katolik Paroki Santo Yusuf Jember. Pemkab Jember memastikan area tersebut tidak dipenuhi lapak pedagang kaki lima agar tetap rapi dan nyaman bagi masyarakat.

Sebagai gantinya, pemerintah menyiapkan area duduk santai yang bisa dimanfaatkan pengunjung untuk bersantai menikmati suasana kota.

Fawait menjelaskan, kawasan di sekitar gereja nantinya akan mengusung konsep Eropa klasik. Tema tersebut dipilih agar selaras dengan karakter bangunan dan lingkungan sekitar.

“Nanti dari pertigaan sampai sana nuansanya Eropa Klasik. Gerobaknya juga menyesuaikan tema,” ujarnya.

Pemkab Jember juga mengajak masyarakat ikut terlibat dalam pengembangan kawasan dengan memberikan usulan nama untuk street food tersebut. Nama yang dinilai paling menarik akan dipertimbangkan sebelum kawasan resmi dibuka.

Kawasan street food ini diharapkan menjadi ikon wisata kuliner baru di Jember sekaligus mendorong pertumbuhan UMKM lokal melalui konsep kawasan yang lebih modern, estetik, dan tertata.

Laporan : Bagus