HALOPOS.ID/JEMBER – Bupati Jember Muhammad Fawait atau yang akrab disapa Gus Fawait resmi melantik jajaran direksi baru BUMD Perumda Perkebunan Kahyangan di Pendapa Wahyawibawagraha, Rabu (13/5/2026). Pelantikan tersebut menjadi momentum penting untuk mendorong transformasi perusahaan daerah agar tidak hanya berorientasi pada Pendapatan Asli Daerah (PAD), tetapi juga berperan aktif dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Dalam arahannya, Gus Fawait menegaskan bahwa PDP Kahyangan memiliki posisi strategis karena operasional perusahaan bersinggungan langsung dengan kawasan perkebunan yang menjadi kantong kemiskinan di Kabupaten Jember. Karena itu, ia meminta jajaran direksi baru mampu menghadirkan perubahan nyata melalui inovasi dan kinerja yang terukur.
Menurutnya, latar belakang para direksi yang berasal dari kalangan aktivis harus menjadi kekuatan untuk menghadapi tantangan perusahaan. Ia menekankan pentingnya sikap terbuka terhadap kritik serta kemampuan berpikir kreatif dalam mengembangkan perusahaan.
“Sebagai aktivis, mereka tidak boleh mudah tersinggung dan harus siap menerima kritik. Yang paling penting adalah mampu menunjukkan hasil kerja nyata berbasis data,” ujar Gus Fawait.
Ia juga menegaskan bahwa ukuran keberhasilan perusahaan tidak cukup hanya berdasarkan opini, tetapi harus dibuktikan dengan kontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi dan penyelesaian persoalan sosial di masyarakat.
Bupati Jember itu menyoroti sejumlah indikator penting seperti penanganan stunting, penurunan angka kematian ibu dan bayi, hingga peningkatan ekonomi masyarakat sekitar perkebunan sebagai parameter keberhasilan direksi baru.
Selain itu, Gus Fawait meminta PDP Kahyangan segera memanfaatkan peluang dari program nasional, termasuk program Makan Bergizi Gratis (MBG). Upaya tersebut akan diperkuat melalui revisi Peraturan Daerah tentang BUMD yang saat ini tengah diproses.
Sementara itu, Direktur Utama PDP Kahyangan yang baru dilantik, Gogot Cahyo Basoro, mengakui bahwa tanggung jawab memimpin perusahaan perkebunan milik daerah bukan perkara mudah. Ia berkomitmen melakukan pembenahan sistem manajemen agar perusahaan menjadi lebih transparan dan profesional.
Gogot menegaskan pihaknya akan menerapkan prinsip good clean corporate dengan mengedepankan tata kelola perusahaan yang sehat, akuntabel, dan bebas dari praktik korupsi.
“Kami ingin membangun Perumda Perkebunan Kahyangan menjadi perusahaan yang sehat, bersih, dan mampu bersaing,” katanya.
Ia juga mengungkapkan sejumlah tantangan yang masih dihadapi perusahaan, mulai dari produktivitas tanaman yang belum optimal hingga persoalan tenaga kerja yang belum sepenuhnya terserap.
Untuk meningkatkan pendapatan perusahaan, manajemen baru berencana melakukan diversifikasi usaha melalui pengembangan produk premium serta optimalisasi sektor wisata milik perusahaan. Beberapa destinasi seperti Wisata Boma, Rimba Camp, dan Kampung Belgia akan dikembangkan lebih serius sebagai sumber pendapatan baru.
Selain fokus pada bisnis, Gogot juga menekankan pentingnya membangun hubungan yang harmonis dengan masyarakat sekitar perkebunan. Menurutnya, keterlibatan warga dapat membantu menjaga aset perusahaan sekaligus menciptakan rasa memiliki terhadap keberadaan perkebunan daerah tersebut.
“Jika masyarakat sekitar kebun merasakan manfaat dari perusahaan, maka mereka akan ikut menjaga dan mendukung keberlangsungan perkebunan,” pungkasnya.
Laporan ; Bagus



















