HALOPOS.ID/JEMBER – Bupati Jember Muhammad Fawait resmi melantik jajaran direksi baru Perusahaan Daerah Perkebunan (PDP) Kahyangan di Pendapa Wahyawibawagraha, Rabu (13/5/2026). Dalam susunan baru tersebut, Gogot Cahyo Baskoro dipercaya sebagai Direktur Utama, didampingi Dima Ahyar sebagai Direktur Umum dan Keuangan. Sementara itu, Andrias Warsito ditunjuk memimpin Perumdam Tirta Pandalungan.
Setelah resmi menjabat, Gogot langsung menegaskan komitmennya untuk melakukan pembenahan menyeluruh terhadap tata kelola perusahaan yang selama ini dinilai belum berjalan optimal dan transparan.
Menurutnya, tugas memimpin PDP Kahyangan bukan sekadar jabatan, melainkan amanah besar dengan berbagai tantangan yang harus segera diselesaikan. Ia membawa visi menjadikan perusahaan daerah tersebut sebagai perusahaan perkebunan yang sehat, profesional, bersih, dan memiliki daya saing tinggi.
“Ini bukan hanya soal jabatan, tetapi amanah besar yang penuh tantangan dan harus segera dibenahi,” ujar Gogot.
Ia mengungkapkan sejumlah persoalan utama yang menjadi perhatian, mulai dari produktivitas tanaman yang masih rendah, pengelolaan aset yang belum maksimal, hingga persoalan tenaga kerja yang belum mencapai kondisi full employment.
Untuk meningkatkan pendapatan perusahaan, Gogot menyiapkan strategi diversifikasi usaha dengan menghadirkan produk premium bernilai tambah tinggi. Salah satu fokusnya adalah pengembangan produk kopi olahan agar tidak hanya dipasarkan dalam bentuk green bean atau bubuk biasa, tetapi juga masuk ke pasar specialty coffee.
Menurutnya, langkah tersebut penting agar PDP Kahyangan tidak terus bergantung pada penjualan komoditas mentah semata.
Selain sektor perkebunan seperti kopi dan karet, manajemen baru juga akan mengembangkan potensi wisata yang dimiliki perusahaan. Beberapa destinasi yang menjadi prioritas antara lain Wisata Boma di Gunung Pasang, Kampung Belgia di Sumber Wadung, hingga pengembangan akses menuju Air Terjun Tancak melalui koordinasi dengan Perhutani.
Dalam hal pendanaan, Gogot menyebut pihaknya terbuka terhadap berbagai sumber pembiayaan, baik melalui kerja sama investasi pihak ketiga maupun akses pinjaman perbankan selama dinilai layak secara bisnis.
Ia menilai penyertaan modal dari pemerintah daerah sebaiknya difokuskan untuk program jangka panjang yang berdampak besar terhadap keberlanjutan perusahaan, seperti peremajaan tanaman kopi dan karet.
“Penyertaan modal lebih tepat digunakan untuk kebutuhan fundamental jangka panjang. Sedangkan pengembangan jangka pendek bisa memanfaatkan akses pembiayaan perbankan,” jelasnya.
Tidak hanya fokus pada penguatan bisnis, Gogot juga ingin menjadikan PDP Kahyangan sebagai penggerak ekonomi masyarakat sekitar perkebunan. Salah satu langkah yang disiapkan yakni memberikan akses pemanfaatan lahan terbengkalai kepada warga untuk ditanami pakan ternak.
Menurutnya, keterlibatan masyarakat dalam aktivitas perusahaan akan menciptakan rasa memiliki sehingga potensi pencurian maupun kebocoran hasil perkebunan dapat ditekan.
Ia pun menegaskan komitmennya untuk menerapkan prinsip good clean corporate dengan mengedepankan transparansi, akuntabilitas, independensi, tanggung jawab, dan keadilan dalam pengelolaan perusahaan.
Laporan : Bagus



















