Deklarasi Damai Pilkades Sidoarjo, 230 Kandidat Siap Ciptakan Pemilu Desa Aman

Deklarasi Damai Pilkades Sidoarjo, 230 Kandidat Siap Ciptakan Pemilu Desa Aman
Deklarasi Damai Pilkades Sidoarjo, 230 Kandidat Siap Ciptakan Pemilu Desa Aman

HALOPOS.ID |SIDOARJO – Suasana menjelang Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) serentak di Kabupaten Sidoarjo mulai menghangat. Namun, Pemerintah Kabupaten Sidoarjo memastikan pesta demokrasi tingkat desa itu tetap berjalan aman, damai, dan kondusif melalui deklarasi damai yang digelar di Pendopo Delta Wibawa, Rabu (13/5).

Sebanyak 230 calon kepala desa dari 80 desa yang tersebar di 17 kecamatan menandatangani komitmen bersama untuk menjaga keamanan dan ketertiban selama tahapan Pilkades 2026 berlangsung. Deklarasi tersebut menjadi langkah preventif untuk meminimalkan potensi konflik sosial maupun gesekan antarpendukung di tingkat desa.

Acara itu dihadiri langsung Bupati Sidoarjo Subandi, jajaran Forkopimda, camat, aparat keamanan, hingga seluruh kandidat kepala desa peserta Pilkades.

Dalam sambutannya, Subandi menegaskan bahwa Pilkades bukan sekadar perebutan jabatan, melainkan bagian penting dari proses demokrasi desa yang menentukan arah pembangunan masyarakat ke depan.

Ia mengingatkan seluruh calon kepala desa agar menjadikan kontestasi politik sebagai ajang adu gagasan dan program, bukan ruang penyebaran fitnah maupun provokasi.

“Desa yang kuat akan melahirkan kabupaten yang kuat. Marilah kita jadikan Pilkades sebagai sarana memilih pemimpin terbaik yang mampu menjaga persatuan dan membawa kemajuan,” ujar Subandi.

Menurutnya, kondusivitas wilayah menjadi faktor utama keberhasilan Pilkades. Karena itu, para kandidat dan tim sukses diminta menahan diri serta menjaga suasana tetap sejuk di tengah persaingan politik desa.

Subandi juga mengapresiasi para calon kepala desa yang hingga kini dinilai mampu menjaga situasi tetap terkendali tanpa adanya gesekan besar di masyarakat.

Tak hanya itu, ia meminta seluruh jajaran pemerintah kecamatan bersama aparat keamanan melakukan pemetaan wilayah rawan konflik sejak dini. Instruksi tersebut ditujukan kepada camat, kapolsek, dan danramil agar memperkuat pengawasan serta pendampingan di lapangan selama tahapan Pilkades berlangsung.

Sementara itu, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Sidoarjo, Ainun Amalia, menegaskan bahwa deklarasi damai juga menjadi bentuk edukasi politik bagi masyarakat desa.

Ia berharap kampanye Pilkades dapat berlangsung santun, edukatif, dan bebas dari praktik politik uang yang berpotensi merusak kualitas demokrasi di tingkat akar rumput.

“Tujuannya jelas, kita ingin membangun komitmen bersama untuk menjaga stabilitas kamtibmas. Kita dorong kampanye yang santun agar menghasilkan pemimpin desa yang amanah dan berkualitas,” katanya.

Pilkades serentak Sidoarjo tahun 2026 menjadi perhatian pemerintah daerah karena melibatkan ratusan kandidat dan puluhan desa dalam waktu bersamaan. Dengan deklarasi damai tersebut, Pemkab Sidoarjo berharap masyarakat dapat menggunakan hak pilih secara dewasa serta menjaga persaudaraan meski berbeda pilihan politik.

Laporan : Sapto