Bahlil Naik Pitam, Beri Ultimatum 3×24 Jam ke Penuduh Kasus Penyadapan

Ketua Umum Partai Golkar sekaligus Menteri ESDM Bahlil Lahadalia
Ketua Umum Partai Golkar sekaligus Menteri ESDM Bahlil Lahadalia

HALOPOS.ID|AMBON – Ketua Umum Partai Golkar sekaligus Menteri ESDM Bahlil Lahadalia akhirnya buka suara dengan nada keras. Namanya dikait-kaitkan dengan skandal penyadapan ilegal terhadap Presiden Prabowo Subianto, dan Bahlil tak mau lagi diam.

Di hadapan kader Golkar Maluku, dalam acara Pelantikan Pengurus DPD I Golkar Maluku, Bahlil melayangkan ancaman terbuka: buktikan tuduhan itu, atau hadapi somasi dan proses hukum.

Sasarannya adalah seorang figur senior yang kerap muncul di podcast dan dinilai Bahlil membangun persepsi liar di ruang publik.

“Senior saya yang merasa paling pintar bicara, sering pakai kacamata orangnya, di podcast, saya bilang kalau memang itu dinyatakan bahwa diduga saya (terlibat kasus dugaan penyadapan), buktikan. Kalau tidak, saya akan somasi. Saya akan proses secara hukum,” ujar Bahlil dengan nada tinggi.

Bahlil menilai opini-opini menyesatkan yang beredar di media sosial sudah kelewat batas. Bukan hanya menyerang dirinya secara pribadi, tapi juga sudah merusak marwah Partai Golkar.

Karena itu, ia tak memberi ruang lagi untuk sekadar klarifikasi di media sosial. Bahlil memberikan tenggat waktu yang tegas: 3 x 24 jam.

“Saya akan kasih waktu ya, 3 x 24 jam lah. Saya akan kasih somasi. Kalau tidak, ya negara kita kan negara hukum, saya akan menempuh jalur hukum. Saya tidak akan mundur sejengkal pun untuk menghadapi orang-orang yang ingin merusak,” tegasnya.

Meski begitu, Bahlil tetap mendorong agar kasus penyadapan ini diusut hingga tuntas. Ia menyatakan dukungan penuh kepada kepolisian untuk membongkar skandal tersebut secara terbuka dan terang-benderang.

Menurut Bahlil, hanya dengan pengusutan yang transparan, narasi fitnah yang menyesatkan publik bisa dihentikan.

Laporan : Redaksi