HALOPOS.ID|PALEMBANG, HALOPOS – Harga cabai merah yang terus merangkak naik memicu lonjakan inflasi di Kota Palembang pada Oktober 2026.
Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Palembang mencatat inflasi tahunan atau year on year (yoy) pada Oktober 2026 menyentuh angka 2,69 persen. Angka ini naik dari bulan sebelumnya September 2026 yang berada di level 2,40 persen.
BPS mencatat ada 139 komoditas yang mengalami kenaikan harga. Di antara semua itu, cabai merah tercatat sebagai penyumbang inflasi paling dominan dengan andil inflasi sebesar 0,289 persen. Disusul cabai rawit dengan andil 0,029 persen.
Meski naik, capaian inflasi Palembang masih terkendali. Angka 2,69 persen masih di bawah inflasi periode yang sama tahun 2025 dan masih masuk dalam target inflasi nasional di kisaran 2,5 persen plus minus 1 persen.
Asisten II Setda Kota Palembang Isnaini Madani menegaskan, pihaknya memberi atensi khusus pada komoditas pangan yang bergejolak.
“Inflasi ini berkaitan langsung dengan daya beli masyarakat. Data BPS ini menjadi pijakan kami untuk melakukan antisipasi agar harga kebutuhan pokok tidak semakin memberatkan warga,” kata Isnaini saat Rilis Inflasi di Kantor BPS Palembang, Senin (2/11/2026).
Ia menjelaskan, pengendalian inflasi tidak bisa hanya dengan sidak harga di pasar. Kuncinya ada pada pasokan dan distribusi.
Pemkot Palembang kini mengoptimalkan strategi 4K, yaitu menjaga keterjangkauan harga, ketersediaan pasokan, kelancaran distribusi, dan komunikasi efektif dengan daerah penghasil.
Langkah konkret yang akan dijalankan mulai dari operasi pasar dan pasar murah di kecamatan dan kelurahan, memperkuat Kerja Sama Antardaerah (KAD) dengan sentra penghasil cabai, hingga penambahan cadangan pangan.
Tak hanya itu, Pemkot juga menyiapkan langkah pendukung seperti perbaikan jalan, revitalisasi pasar tradisional, dan rekayasa lalu lintas agar distribusi bahan pokok tidak terhambat.
Isnaini berharap Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) bersama BPS dan semua stakeholder semakin solid menjaga stabilitas harga.
“Kalau sinergi kuat, harga bisa terjaga dan masyarakat tidak terbebani kenaikan harga pokok,” tutupnya.
Laporan : RN
















