HALOPOS.ID|PALEMBANG – Wali Kota Palembang Ratu Dewa melontarkan peringatan keras bagi jajaran pejabatnya. Ia melarang keras pejabat menjadikan jabatan sebagai panggung pencitraan.
Hal itu ditegaskan Ratu Dewa dalam pelantikan pejabat tinggi pratama, administrator, dan fungsional di Rumah Dinas Wali Kota, Jumat (30/10/2026).
Di hadapan pejabat yang baru dilantik, Ratu Dewa mengatakan era pejabat yang sibuk dengan seremonial dan laporan foto sudah selesai. Yang dibutuhkan warga saat ini adalah solusi.
“Ukuran kerja kita bukan seberapa banyak rapat atau seberapa bagus foto kegiatan di media sosial. Ukuran kerja kita adalah apakah persoalan warga selesai,” kata Ratu Dewa.
Inspektorat Jangan Takut Tegur Pejabat
Dalam kesempatan itu, Ratu Dewa memberikan instruksi khusus kepada Inspektorat Daerah. Ia meminta fungsi pengawasan internal tidak lagi tumpul.
Menurutnya, Inspektorat harus menjadi garda terdepan dalam menjaga integritas pemerintahan. Tidak boleh ada kompromi terhadap pelanggaran.
“Kalau ada pejabat yang salah, tegur. Kalau ada yang melanggar, tindak. Jangan pandang bulu. Tapi kalau ada ASN yang jujur dan bekerja benar, lindungi,” tegasnya.
Medsos Pemkot Jangan Isinya Seremonial Melulu
Ratu Dewa juga menyentil pengelolaan media sosial milik Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Ia menilai banyak akun medsos OPD yang isinya hanya kegiatan seremonial pimpinan tanpa substansi.
Ia meminta mulai sekarang, medsos pemerintah diisi dengan informasi yang dibutuhkan publik, seperti progres perbaikan jalan, data bantuan yang disalurkan, jadwal pelayanan, hingga capaian pembangunan.
“Medsos pemerintah itu untuk melayani informasi warga, bukan untuk album foto kegiatan,” ujarnya.
Camat Dilarang Betah di Kantor
Sementara untuk para camat, Ratu Dewa memerintahkan agar tidak hanya duduk di balik meja.
Ia meminta camat menjadi orang pertama yang tahu saat ada banjir, jalan rusak, tumpukan sampah, atau konflik warga di wilayahnya. Camat, kata dia, harus menjadi penyelesai masalah, bukan sekadar perpanjangan administrasi.
Begitu juga untuk Dinas Kebudayaan. Ratu Dewa meminta agar ikon-ikon Palembang seperti Sungai Musi, Jembatan Ampera, dan Rumah Limas tidak hanya dijadikan latar foto, melainkan dihidupkan sebagai sumber ekonomi, edukasi, dan pariwisata.
“Kepercayaan masyarakat itu mahal. Bayar kepercayaan itu dengan kerja nyata, bukan dengan pencitraan,” tutup Ratu Dewa.
Laporan : RN
















