HALOPOS.ID|OGAN ILIR – Dewan Pimpinan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Ogan Ilir Masa Khidmat 2026-2031 menegaskan komitmennya untuk tidak senyap.
Komitmen itu didukung komposisi kepengurusan baru yang diisi para ulama mumpuni, mulai dari Kiai, Ustadz hingga Ustadzah senior dan yunior.
Ketua Umum MUI OI, Dr KH Nurhasan, M.Ag didampingi Waketum Dr Zaimuddin Al Hafidz mengatakan pihaknya dalam waktu dekat akan menggelar Rapat Koordinasi (Rakor).
“Rakor ini penting untuk menyatukan langkah. Semua program kerja harus lebih terpadu dan terarah untuk kemaslahatan umat di Ogan Ilir,” tegasnya.
Komitmen tersebut bukan sekadar wacana. Pantauan Halopos.id di lapangan, eksistensi pengurus MUI OI terlihat nyata di masjid-masjid.
Hampir setiap pelaksanaan Shalat Jumat, yang menjadi Khatib dan Imam adalah unsur pimpinan MUI OI sendiri.
Seperti Jumat, 30 Oktober 2026
• Ustadz Abdi Pemi, Lc dan Ustadz Herman Syarkowi menjadi Khatib dan Imam di masjid wilayah OI • Dr H Muhammad Abduh Al Mahdi di Masjid Al Khoiriyah Perum TPI• Dr Abdul Gofur di Masjid Riadus Sholihin Komplek Pemkab OI KM 35.
Tak hanya Jumat, para pengurus juga aktif mengisi dakwah subuh dan pembinaan keumatan di berbagai masjid.
Dengan modal SDM ulama yang mumpuni ini, MUI OI optimis akan lebih hadir dan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat Ogan Ilir.
Laporan : Gusti M Ali
















