HALOPOS.ID|PALEMBANG – Aksi unjuk rasa yang digelar dua kali di Kantor Gubernur Sumatera Selatan berakhir kondusif. Satpol PP Sumsel bersama kepolisian memastikan tidak ada aksi anarkis selama pengamanan.
Aksi pertama digelar Jumat (2/10/2026) oleh Aliansi Rakyat Sumatera Selatan yang menyoroti penanganan Karhutla dan kabut asap yang mengganggu kesehatan warga. Aksi kedua digelar Senin (5/10/2026) oleh kelompok mahasiswa dengan sejumlah tuntutan kepada Pemprov Sumsel.
Kasat Pol PP Provinsi Sumsel, Maha Resi Tama, S.E., M.M., menyebut keberhasilan pengamanan tidak lepas dari koordinasi dan kerja sama solid di lapangan.
“Alhamdulillah, situasi selama aksi dapat dikendalikan. Tidak terjadi tindakan anarkis dan seluruh personel dapat menjalankan tugas dengan baik,” ungkap Maha Resi.
Maha Resi menegaskan pihaknya menginstruksikan personel untuk tidak represif. Pendekatan persuasif, sabar, dan komunikasi aktif menjadi standar operasional.
“Kami mengimbau personel tetap tenang, sabar dan mengedepankan pendekatan persuasif. Jangan terpancing situasi di lapangan, tetap bekerja sesuai aturan,” tegasnya.
Menurutnya, Satpol PP punya dua tugas utama: menjaga ketertiban dan keamanan aset Pemprov Sumsel, sekaligus menghormati hak warga menyampaikan aspirasi.
“Demo adalah dinamika masyarakat. Tugas kita memastikan aksi berjalan aman, tertib, kondusif dengan cara humanis dan profesional, tanpa mengganggu pelayanan pemerintahan,” pungkasnya.
Sinergi Satpol PP dan Polri menjadi kunci terkendalinya dua aksi besar tersebut di lingkungan Kantor Gubernur Sumsel.
Laporan : Rini
















