HALOPOS.ID|MUARA ENIM – Musda XI DPD Partai Golkar Muara Enim menetapkan Ardiansyah sebagai ketua baru secara aklamasi. Penetapan dilakukan di The Melio Enim Hotel, Muara Enim, Jumat (18/9/2026).
Di hadapan kader, Ardiansyah tak meminta tepuk tangan. Ia justru meminta kritik.
Menurutnya, kepemimpinan Golkar Muara Enim ke depan harus terbuka. Ia tak ingin kesalahan dibiarkan hanya karena sungkan.
“Amanah ini akan saya jalankan sepenuh hati. Tolong sampaikan ketika saya salah. Jangan sampai di jalan orang bilang bagus, tapi ketika langkah saya salah, tolong kritisi saya,” kata Ardiansyah dalam pidato penutupan Musda.
Ia menyadari membesarkan Golkar bukan kerja satu orang. Butuh kekompakan dan kerja kolektif.
Karena itu ia menegaskan dirinya bukan superman.
“Saya bukan Superman. Saya bukan segala-galanya. Yang ada itu adalah super team,” tegasnya.
Ia menyebut super team adalah seluruh kader, senior hingga kader muda, yang mau bahu-membahu menjalankan mesin partai.
Ardiansyah juga mengajak semua kelompok yang pernah berjuang bersama Golkar untuk kembali masuk dan bergabung dalam kepengurusan baru.
“Mari kita berjembatan. Mari kita masukkan lagi. Bagaimana kita membesarkan partai ini sehingga menjadi pemenang pemilu,” ujarnya.
Ia berharap Golkar di bawah kepemimpinannya tidak hanya kuat secara struktur, tapi juga memberi manfaat untuk pembangunan Muara Enim.
Sementara Sekretaris DPD Golkar Sumsel Kms Umar Jaya Negara meminta konsolidasi dilakukan secepatnya hingga ke tingkat desa dan kelurahan.
“Struktur sampai tingkat bawah harus terbentuk secepatnya,” kata Umar.
Umar juga mengingatkan perbedaan pandangan selama Musda adalah dinamika biasa. Setelah Ardiansyah terpilih, semua kader harus satu visi.
“Mari sama-sama kita satukan visi, kita satukan langkah. Bagaimana membesarkan Golkar Muara Enim lebih baik lagi pada pemilu yang akan datang,” katanya.
Ia juga berpesan agar setiap keputusan dan tindakan organisasi tetap berada dalam koridor aturan Partai Golkar.
Laporan : Edwar
















