Pesan Andie Dinialdie di Musda Golkar Muara Enim : Jangan Jadi Penonton, Mari Ambil Peran Bersama

Musyawarah Daerah (Musda) XI DPD Partai Golkar Kabupaten Muara Enim
Musyawarah Daerah (Musda) XI DPD Partai Golkar Kabupaten Muara Enim

HALOPOS.ID|MUARA ENIM – Ada pesan yang berbeda dalam Musyawarah Daerah (Musda) XI DPD Partai Golkar Kabupaten Muara Enim. Bukan soal siapa yang akan jadi ketua, melainkan ajakan untuk terlibat.

Ketua DPD Partai Golkar Sumatera Selatan, Andie Dinialdie, mengajak seluruh kader, terutama generasi muda, untuk tidak hanya menjadi penonton dalam perjalanan panjang Partai Golkar.

“Jangan jadi penonton dalam perjalanan Partai Golkar. Mari ambil peran, belajar dan tunjukkan kemampuan kita,” ujar Andie di hadapan kader di The Melio Enim Hotel, Jumat (18/9/2026).

Menurut Andie, Golkar Muara Enim dibangun dari kerja-kerja yang tak terlihat. Ada pengorbanan yang tak pernah disebutkan, ada perjuangan kader yang tak pernah tersorot kamera. Dari para senior yang puluhan tahun menjaga eksistensi partai, hingga kader-kader muda yang kini dituntut menghadirkan gagasan baru.

“Menjalankan partai, menjalankan organisasi adalah suatu pekerjaan yang tidak mudah. Ada kerja yang tidak terlihat, ada pengorbanan yang tidak bisa disebutkan, dan ada perjuangan kader yang tidak tersorot,” katanya.

Andie juga menitipkan pesan agar perbedaan pandangan dalam Musda tidak menjadi sumber perpecahan. Dinamika itu biasa, kata dia, tapi setelah keputusan ditetapkan, semua harus kembali menjadi satu keluarga.

“Yang menang bukan orang, yang menang adalah Partai Golkar. Kita boleh berbeda pandangan dalam Musda, tetapi setelah Musda tetap bersatu,” tegasnya.

Ia meminta siapa pun yang terpilih nanti segera bergerak, merangkul semua pihak, dan memperkuat struktur hingga ke tingkat desa. Karena baginya, keberhasilan Golkar bukan diukur dari kokohnya struktur, melainkan seberapa besar manfaatnya bagi masyarakat.

Pesan kebersamaan itu juga diamini Plt Bupati Muara Enim, Sumarni. Ia menyebut Golkar sebagai mitra strategis Pemerintah Kabupaten Muara Enim periode 2025-2030.

“Hubungan antara pemerintah daerah dan Partai Golkar bukanlah sekadar hubungan formal, melainkan kemitraan strategis yang diikat dengan komitmen bersama untuk menyejahterakan masyarakat,” ujar Sumarni.

Sumarni menilai, kekompakan kader yang terlihat dalam Musda XI ini menjadi modal penting untuk menjaga iklim politik yang kondusif di Muara Enim, di tengah mencuatnya sejumlah nama dalam bursa pencalonan seperti H. Adriansyah.

Laporan : Edward