JNE Express Rangkul Media Palembang Lawan Hoaks di Era Digital

JNE Express Rangkul Media Palembang Lawan Hoaks di Era Digital
JNE Express Rangkul Media Palembang Lawan Hoaks di Era Digital

HALOPOS.ID|PALEMBANG – Satu detik bisa jadi viral. Satu klik bisa jadi hoaks. Di tengah kecepatan informasi yang tak terbendung itulah, JNE Express memilih merangkul media.

Lewat Media Gathering Jilid 4, JNE Express mengumpulkan puluhan jurnalis Palembang di Agam Cafe, tepat di belakang Kantor Wali Kota Palembang, Kamis (10/9/2026) sore. Tanpa formalitas kaku, tanpa jarak – hanya ngopi bareng dengan satu misi: jaga informasi tetap waras.

Public Relation Region Sumatra JNE Express, Khairul Tanjung, blak-blakan. Menurutnya, di era sekarang ini musuh bersama bukan cuma lambatnya pengiriman, tapi derasnya informasi yang belum tentu benar.

“Informasi sekarang larinya luar biasa cepat. Kejadian di ujung Indonesia bisa langsung heboh di Palembang dalam hitungan detik. Tantangannya bukan lagi cepat-cepatan, tapi bagaimana informasi itu akurat dan bisa dipertanggungjawabkan,” tegas Khairul di hadapan awak media.

Khairul menyebut, media bukan sekadar corong perusahaan. Media adalah mitra penjaga kepercayaan publik.

“Kami di JNE butuh media. Bukan cuma untuk memberitakan promo atau layanan baru. Lebih dari itu, kami butuh komunikasi dua arah yang sehat. Kalau komunikasinya terbuka, saling memahami itu jadi mudah,” ujarnya.

Suasana gathering yang dimulai pukul 15.00 WIB itu pun cair. Tidak melulu membahas soal logistik dan ekspedisi. JNE dan jurnalis Palembang justru banyak bertukar cerita soal perubahan perilaku pembaca.

Dulu orang cari berita. Sekarang berita yang mencari orang. Masyarakat Palembang punya ribuan sumber di genggaman.

“Masyarakat sekarang punya banyak pilihan. Makanya, tugas kita bareng-bareng adalah memastikan yang sampai ke mereka itu informasi yang relevan, cepat, tapi yang paling penting: benar dan bermanfaat,” tambah Khairul.

Bagi JNE, acara ini bukan agenda tahunan untuk menggugurkan kewajiban. Ini investasi jangka panjang.

“Kami tidak mau hubungan ini putus setelah acara selesai. Justru dari ngopi santai seperti inilah komunikasi yang kuat itu terbangun. Ujungnya bukan untuk kepentingan JNE atau media saja, tapi untuk masyarakat agar tidak salah menerima informasi,” pungkasnya.

Laporan : NT