HALOPOS.ID|PALEMBANG – Kualitas udara Kota Palembang memburuk dan sudah mencekik dunia pendidikan. Dinas Pendidikan Kota Palembang akhirnya menyiapkan opsi Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) setelah desakan Komisi IV DPRD dan membeludaknya laporan siswa sakit akibat kabut asap.
Kepala Dinas Pendidikan Kota Palembang, Affan Prapanca mengakui, kondisi di lapangan sudah tidak bisa ditoleransi. Dalam tiga hari terakhir, laporan dari sekolah terkait siswa yang terdampak kabut asap meningkat drastis.
“Memang kami akui tiga hari terakhir ini ada peningkatan laporan dari sekolah-sekolah. Minggu lalu waktu kami turun survei belum cukup banyak yang melapor, sekarang sudah ada peningkatan laporan kondisi anak-anak,” ujarnya usai rapat dengan Komisi IV DPRD Palembang, Senin (7/9/2026).
Padahal, data tersebut baru disisir setelah Komisi IV DPRD menyoroti lambannya respons pemerintah terhadap krisis udara yang mengancam kesehatan anak didik.
Saat ini, hasil telaah di lapangan disebut akan segera dilaporkan kepada Wali Kota Palembang. Namun, hingga kini belum ada keputusan konkret.
“Hasil data yang sudah kami sisir di satuan-satuan pendidikan akan kami ajukan dan laporkan kepada Bapak Wali Kota, seperti apa kondisi riil di lapangan,” kata Affan.
Dinas Kesehatan sendiri pada prinsipnya telah merekomendasikan PJJ jika polusi semakin parah. Rekomendasi itu sudah dikantongi Disdik.
“Tadi sudah ada Dinas Kesehatan juga. Pada prinsipnya memang dapat dilakukan untuk melakukan pembelajaran jarak jauh. Ini sedang kami siapkan,” tegasnya.
Meski kesehatan siswa menjadi taruhan, Disdik berdalih masih menunggu arahan Wali Kota untuk menerbitkan Surat Edaran.
“Masih di evaluasi. Segera dalam waktu dekat ini, mungkin hari ini kami akan segera melaporkan. Pasti nanti akan ada surat edaran setelah ada persetujuan dari Bapak Wali Kota,” pungkasnya.
Sikap menunggu ini membuat kepastian pembelajaran ribuan siswa di Palembang masih menggantung, di tengah udara yang kian pekat dan membahayakan.
Laporan/Editor : NT
















