HALOPOS.ID|PALEMBANG – Pemerintah Kota Palembang memperkuat sinergi dengan Bank Indonesia (BI) dalam mendorong pengembangan ekonomi syariah dan pembentukan zona halal sebagai motor baru pertumbuhan ekonomi daerah.
Wali Kota Palembang, Ratu Dewa, menerima audiensi jajaran Bank Indonesia Kantor Perwakilan Provinsi Sumatera Selatan yang dipimpin Bambang Pramono. Pertemuan tersebut menitikberatkan pada percepatan penguatan ekosistem ekonomi syariah di Kota Palembang.
Dalam pertemuan itu, Ratu Dewa menegaskan pentingnya kolaborasi lintas sektor serta gerak cepat dari Organisasi Perangkat Daerah (OPD) untuk mengoptimalkan titik-titik pengembangan ekonomi syariah.
“Kita mendukung penuh penguatan ekonomi syariah agar memberi dampak nyata bagi UMKM, khususnya sektor kecil dan mikro, demi mendorong pertumbuhan ekonomi Palembang ke depan,” tegasnya.
Sementara itu, Bambang Pramono mengungkapkan salah satu agenda prioritas adalah pembentukan Zona Kuliner Halal, Aman, dan Sehat (KHAS) di Palembang. Program ini ditujukan untuk memastikan pelaku usaha, khususnya UMKM kuliner, memiliki sertifikasi halal resmi.
Selain itu, pengembangan zona halal juga diarahkan untuk memperkuat daya tarik pariwisata, terutama bagi wisatawan mancanegara dari negara-negara Muslim. BI juga mendorong percepatan digitalisasi transaksi melalui QRIS di sentra kuliner, termasuk kawasan Kampung Pempek 26 Ilir, guna meningkatkan kenyamanan konsumen dalam bertransaksi, baik tunai maupun non-tunai.
Tak hanya itu, BI turut memaparkan proyeksi pertumbuhan ekonomi pasca-Lebaran yang diperkirakan tetap stabil di kisaran 5,3 hingga 5,7 persen. Pemerintah Kota Palembang bersama BI berkomitmen menjaga stabilitas harga melalui program rutin seperti pasar murah guna mempertahankan daya beli masyarakat.(#)



















