HALOPOS.ID/JEMBER – Program Bupati ngantor di desa dan kelurahan (Bunga Desaku) Pemerintah Kabupaten Jember mampu mendekatkan layanan kepada masyarakat.
Mulai dari layanan Administrasi Kependudukan (Adminduk), layanan kesehatan, pendidikan dan lainnya.
Berdasarkan data Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dispendukcapil), tercatat sebanyak 12 rangkaian kegiatan pelayanan administrasi kependudukan digelar di berbagai wilayah dengan total capaian 1.976 dokumen sepanjang tahun 2025.
Mayoritas layanan tersebut dilaksanakan melalui program Bupati Ngantor di Desa dan Kelurahan (Bunga Desaku) yang telah digelar di delapan kecamatan di Kabupaten Jember. Kegiatan ini berlangsung di Kecamatan Tanggul, Silo, Ambulu, Panti, Arjasa, Kencong, Sumberbaru, dan Tempurejo.
Kepala Dispendukcapil Jember, Bambang Saputro, menjelaskan bahwa pelayanan administrasi kependudukan secara intensif dimulai pada Mei 2025 dengan pusat kegiatan di Desa Kramatsukoharjo, Kecamatan Tanggul. Dalam empat kali kunjungan pada 12, 13, 14, dan 24 Mei 2025, Dispendukcapil berhasil menerbitkan 719 dokumen kependudukan.
Pada periode tersebut, permohonan Kartu Tanda Penduduk (KTP) menjadi layanan yang paling banyak diajukan masyarakat. Puncaknya terjadi pada 13 Mei 2025 dengan total 107 pemohon KTP dalam satu hari pelayanan.
Memasuki Juni 2025, pelayanan administrasi kependudukan kembali digelar di Kecamatan Arjasa melalui kegiatan Pasar Murah pada 3 Juni dengan total 68 layanan. Selanjutnya, pada 27 Juni, pelayanan dilakukan di dua lokasi berbeda di Kecamatan Silo, yakni Desa Sempolan dengan 215 layanan dan Desa Sidomulyo dengan 99 layanan.
“Pada paruh kedua tahun 2025, jumlah layanan menunjukkan tren fluktuatif namun tetap signifikan. Misalnya pada 27 Juli di Desa Sumberejo, Kecamatan Ambulu, tercatat 256 layanan dengan dominasi penerbitan KTP sebanyak 179 dokumen,” ujar Bambang, Kamis (26/3/2026).
Sementara itu, pelayanan di Desa Yosorati, Kecamatan Sumberbaru pada 27 September 2025 mencatat jumlah tertinggi dalam satu kali kunjungan selama setahun, yakni 349 layanan. Lonjakan permohonan terjadi pada pengurusan Kartu Keluarga (99 dokumen) dan Akte Kelahiran (65 dokumen).
Adapun kegiatan Bunga Desaku di Kecamatan Panti pada 26 Oktober serta di Desa Wonoasri, Kecamatan Tempurejo pada 14 Desember mencatat jumlah layanan yang lebih rendah, masing-masing 28 dan 34 layanan.
Namun, antusiasme masyarakat kembali meningkat saat peringatan Hari Kependudukan di Kecamatan Kencong pada 22 November, dengan total 208 layanan administrasi kependudukan yang berhasil diselesaikan.
Secara keseluruhan, sepanjang tahun 2025 layanan administrasi kependudukan didominasi oleh penerbitan KTP sebanyak 1.090 lembar. Selanjutnya diikuti pengurusan Kartu Keluarga (KK) sebanyak 398 dokumen dan Akte Kelahiran sebanyak 268 dokumen.
Selain itu, Dispendukcapil juga mencatat layanan lain seperti 192 perekaman data kependudukan, 8 akte kematian, 8 surat pindah, 6 layanan biometrik, 4 Kartu Identitas Anak (KIA), serta 2 aktivasi Identitas Kependudukan Digital (IKD). Sementara itu, untuk Surat Keterangan (SUKET) tercatat tidak ada permohonan selama periode tersebut.




















