Pemuda Muara Enim Didorong Siap Hadapi Era Pasca Tambang melalui Diskusi Transisi Energi Berkeadilan

Pemuda Muara Enim Didorong Siap Hadapi Era Pasca Tambang melalui Diskusi Transisi Energi Berkeadilan
Pemuda Muara Enim Didorong Siap Hadapi Era Pasca Tambang melalui Diskusi Transisi Energi Berkeadilan

HALOPOS.ID|MUARA ENIM – Yayasan Mitra Hijau menggelar Diskusi Kelompok Terarah (FGD) bertajuk “Muara Enim Pasca Tambang: Transisi Energi, Transformasi Ekonomi, dan Penguatan Masyarakat Menuju Perekonomian Berkelanjutan” di Hotel Saka, Tanjung Enim, Kabupaten Muara Enim, Kamis (26/2).

Kegiatan ini diikuti oleh 30 perwakilan pemuda dari berbagai organisasi dan komunitas yang tergabung dalam Forum Rembuk Serasan Hijau.

Diskusi tersebut diselenggarakan sebagai respons atas tingginya ketergantungan Sumatera Selatan, khususnya Muara Enim, terhadap sektor pertambangan batu bara yang selama ini menjadi tulang punggung ekonomi daerah.

Di tengah dorongan global menuju energi bersih dan rendah karbon, perubahan struktur ekonomi dinilai sebagai keniscayaan yang harus diantisipasi sejak dini, terutama oleh generasi muda yang akan menghadapi dampak langsung dari proses transisi tersebut.

Dalam forum tersebut, Yayasan Mitra Hijau menekankan bahwa transisi energi tidak semata-mata berarti meninggalkan batu bara, tetapi juga memastikan masyarakat yang selama ini bergantung pada sektor tersebut memiliki kesiapan, kapasitas, dan alternatif penghidupan yang berkelanjutan.

Generasi muda dinilai memiliki peran strategis karena kemampuan adaptasi, kreativitas, serta penguasaan teknologi yang lebih kuat dibandingkan kelompok usia lainnya.
Diskusi berkembang pada pentingnya perubahan pola pikir dari ketergantungan terhadap sektor ekstraktif menuju kemandirian ekonomi berbasis potensi lokal.

Berbagai peluang ekonomi berkelanjutan mengemuka, mulai dari pengembangan ekonomi hijau, pertanian berkelanjutan, hingga penguatan sektor ekonomi kreatif seperti kuliner, kerajinan, dan fesyen lokal. Pemanfaatan teknologi digital juga dinilai menjadi kunci dalam memperluas akses pasar dan memperkuat daya saing produk lokal, terutama bagi pelaku usaha muda.
Para peserta turut menyoroti sejumlah tantangan yang dihadapi usaha rintisan di daerah, seperti keterbatasan akses promosi, lemahnya branding, serta minimnya jaringan pemasaran. Karena itu, penguatan kapasitas melalui pelatihan digital marketing, inkubasi usaha, serta pembentukan komunitas ekonomi kreatif dinilai penting sebagai langkah awal membangun ekosistem ekonomi pasca tambang.

Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian diskusi tematik “Muara Enim Pasca Tambang” yang akan dilaksanakan secara berkala. Program ini dilaksanakan dalam kerangka Proyek IKI–JET (International Climate Initiative – Just Energy Transition) dengan dukungan pendanaan dari Pemerintah Jerman dan diimplementasikan oleh Yayasan Mitra Hijau. Melalui forum ini, diharapkan lahir gagasan dan rekomendasi konkret dari kalangan pemuda yang dapat menjadi masukan bagi pemangku kepentingan dalam merancang arah pembangunan Muara Enim yang lebih inklusif dan berkelanjutan.