HALOPOS.ID|PALEMBANG — Flyover Keramasan di Kecamatan Kertapati, Kota Palembang, dibiarkan gelap gulita selama berbulan-bulan tanpa kejelasan penanganan.
Kondisi minim penerangan di ruas jalan strategis ini memunculkan pertanyaan serius soal pengelolaan dan pengawasan infrastruktur publik oleh pemerintah daerah.
Flyover sepanjang kurang lebih 650 meter yang menghubungkan Simpang Keramasan dengan Jalan Lingkar Selatan serta Gerbang Tol Keramasan (Palembang–Indralaya) tersebut sejatinya dibangun dengan anggaran besar dan peran vital dalam mengurai kemacetan. Namun, absennya lampu penerangan jalan umum (PJU) justru membuat infrastruktur ini berfungsi setengah hati dan berpotensi membahayakan keselamatan pengguna jalan.
Pantauan di lapangan menunjukkan kondisi jalan nyaris tanpa pencahayaan pada malam hari. Jarak pandang pengendara menjadi sangat terbatas, terutama saat hujan atau cuaca mendung, sehingga risiko kecelakaan meningkat tajam. Situasi ini ironis mengingat flyover tersebut merupakan akses utama menuju pintu tol dan jalur padat kendaraan.
“Ini bukan sekadar tidak nyaman, tapi sudah masuk kategori membahayakan. Jalan utama tapi dibiarkan gelap seperti ini. Seolah tidak ada yang bertanggung jawab,” ujar seorang warga yang rutin melintasi flyover tersebut, Sabtu (31/1/2026)
Warga juga menyoroti potensi meningkatnya tindak kriminal akibat minimnya pencahayaan, terutama pada jam-jam sepi. Mereka menilai pembiaran yang berlangsung lama menunjukkan lemahnya respons instansi terkait dalam memastikan standar keselamatan fasilitas publik.
Kondisi ini memunculkan pertanyaan: di mana peran dinas teknis dan pengawasan pemerintah kota? Mengingat flyover tersebut berada pada jalur strategis, absennya penerangan berbulan-bulan dinilai sebagai bentuk kelalaian yang tidak bisa dianggap sepele.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pemerintah daerah maupun dinas terkait mengenai penyebab matinya PJU serta rencana penanganannya. Tidak terlihat pula aktivitas perbaikan di lokasi.
Masyarakat mendesak pemerintah segera bertindak konkret, bukan sekadar wacana, guna memastikan keselamatan pengguna jalan. Infrastruktur publik, warga menegaskan, tidak cukup hanya dibangun, tetapi juga wajib dirawat dan diawasi secara berkelanjutan.
















