HALOPOS.ID|PALEMBANG —Di tengah pesatnya perkembangan teknologi pendidikan, SD Negeri 123 Palembang berhasil membuktikan diri sebagai sekolah dasar yang adaptif dan inovatif. Sekolah ini meraih Juara II Lomba Inovasi Pembelajaran Tingkat Kota Palembang 2024, berkat keberhasilannya menciptakan tiga media pembelajaran digital interaktif yang dirancang khusus untuk siswa kelas II.
Ketiga inovasi itu adalah FABEL DIGITAL (FATAL), BINEKA, dan E-Modul SibeLa — karya orisinal para guru SDN 123 yang memadukan teknologi dengan nilai karakter dan kearifan lokal.
“Kami ingin anak-anak belajar bukan karena takut nilai jelek, tapi karena mereka menikmati prosesnya,” ujar Kepala SDN 123 Palembang, Rosma Fitriya, S.Pd., M.Pd., Selasa (11/11/2025).
“Belajar harus bermakna, menyenangkan, dan relevan dengan kehidupan mereka.”
Media pertama, FABEL DIGITAL (FATAL), dikembangkan berbasis Google Sites dan menyajikan berbagai cerita fabel klasik serta kisah lokal dalam bentuk teks, audio, dan animasi.
Melalui media ini, siswa tidak hanya berlatih literasi, tetapi juga menyerap nilai-nilai karakter seperti kejujuran, kerja sama, dan keberanian.
“Anak-anak bisa membaca atau mendengarkan cerita dari ponsel, laptop atau tablet,bahkan bersama orang tua di rumah,” jelas Rosma.
Media kedua, BINEKA (Belajar Indahnya Keberagaman Agama Kita), menjadi terobosan unik dalam pendidikan karakter.
Platform ini memperkenalkan keberagaman agama di Indonesia melalui video, animasi, dan kuis interaktif yang dikemas dengan cara ramah anak.
“BINEKA bukan sekadar media belajar, tapi jembatan empati. Anak-anak diajak memahami bahwa perbedaan itu indah dan harus dihargai,” tutur Rosma.
Sementara itu, E-Modul SibeLa (Posisi Benda dan Pola) mengajak siswa belajar matematika secara eksploratif. Modul ini memvisualisasikan konsep ruang dan pola dalam bentuk video serta aktivitas interaktif.
“Biasanya konsep posisi dan pola itu abstrak, tapi dengan pendekatan visual dan permainan digital, siswa jadi lebih mudah memahami,” ujarnya.
Bagi Rosma dan para guru, inovasi bukan lagi sekadar gagasan, tetapi kebutuhan. Dunia pendidikan, katanya, harus bergerak seiring perkembangan zaman agar siswa tidak hanya pintar secara akademis, tetapi juga tangguh dan adaptif di era digital.
“Kami ingin SDN 123 menjadi sekolah yang melahirkan anak-anak kreatif, berkarakter, dan siap menghadapi masa depan,” tegasnya.(San)

















