DKP Apresiasi Pengungkapan Kasus Vandalisme Mural, M. Nasir: Keindahan Kota Harus Dijaga Bersama

Ketua Dewan Kesenian Palembang, M. Nasir
Ketua Dewan Kesenian Palembang, M. Nasir

HALOPOS.ID|PALEMBANG – Keberhasilan Polrestabes Palembang mengungkap kasus vandalisme mural yang sempat viral di media sosial mendapat apresiasi dari jajaran Dewan Kesenian Palembang (DKP). Pengungkapan kasus tersebut dinilai sebagai langkah penting dalam menjaga ruang publik sekaligus mendukung upaya mempercantik wajah Kota Palembang.

Ketua Dewan Kesenian Palembang, M. Nasir, mengatakan tindakan vandalisme tidak dapat dianggap sebagai persoalan sepele karena menyangkut keberlangsungan estetika kota dan perlindungan terhadap fasilitas publik yang dibangun untuk kepentingan masyarakat.

“Kami mengapresiasi langkah cepat Polrestabes Palembang dalam mengungkap kasus ini. Keindahan kota merupakan tanggung jawab bersama, sehingga setiap tindakan yang merusak fasilitas umum tentu tidak bisa dibiarkan,” ujar M. Nasir, Rabu (3/6/2026).

Menurutnya, Palembang sebagai salah satu kota tertua di Indonesia memiliki nilai sejarah dan budaya yang harus dijaga oleh seluruh elemen masyarakat. Berbagai program penataan dan percantikan kota yang dilakukan pemerintah selama ini membutuhkan dukungan masyarakat melalui kepedulian terhadap lingkungan dan fasilitas publik.

M. Nasir menegaskan bahwa ruang publik bukan hanya berfungsi sebagai sarana umum, tetapi juga menjadi wajah kota yang mencerminkan karakter masyarakatnya. Karena itu, setiap tindakan yang merusak fasilitas umum dapat berdampak pada kenyamanan warga maupun citra kota di mata wisatawan.

Ia berharap pengungkapan kasus tersebut dapat memberikan efek jera bagi pelaku sekaligus menjadi edukasi bagi masyarakat, terutama generasi muda, agar lebih peduli terhadap lingkungan sekitar.

“Palembang adalah kota yang kaya sejarah dan budaya. Karena itu, seluruh elemen masyarakat harus ikut menjaga agar kota ini tetap nyaman, tertib, dan menarik bagi masyarakat maupun wisatawan,” katanya.

Senada dengan itu, anggota Dewan Kesenian Palembang sekaligus Founder Bujang Gadis Kesehatan Kota Palembang, Febri Zulian, menyampaikan apresiasi kepada Kapolrestabes Palembang beserta jajaran Satreskrim yang telah berhasil mengungkap kasus tersebut dalam waktu relatif singkat.

Menurut Febri, keberhasilan aparat kepolisian menunjukkan keseriusan dalam menjaga ketertiban kota serta mendukung upaya bersama untuk mempercantik Palembang.

“Kami anak-anak muda Kota Palembang mengucapkan ribuan terima kasih kepada Kapolrestabes, Kasat Reskrim, dan seluruh jajaran yang telah berhasil mengungkap kasus vandalisme yang sempat viral beberapa hari lalu,” ujarnya.

Febri menilai tindakan vandalisme tidak hanya merusak fasilitas umum, tetapi juga dapat mengganggu citra Palembang yang selama ini dikenal sebagai kota bersejarah sekaligus destinasi wisata di Sumatera Selatan.

“Saat ini pemerintah kota bersama seluruh elemen masyarakat sedang berupaya mempercantik kota. Karena itu, kita semua memiliki tanggung jawab untuk menjaga kebersihan, keindahan, dan ketertiban lingkungan,” katanya.

Bermula dari Vandalisme pada Mural dan Fasilitas Publik

Kasus yang menjadi perhatian publik tersebut bermula dari aksi vandalisme berupa coretan pada sejumlah mural dan elemen ruang publik yang sebelumnya dibuat untuk memperindah kawasan kota. Foto dan video kondisi mural yang dicoret kemudian beredar luas di media sosial dan memicu berbagai reaksi dari masyarakat.

Banyak warga menyayangkan aksi tersebut karena mural yang dirusak merupakan bagian dari upaya mempercantik kawasan perkotaan serta menjadi media ekspresi seni yang dapat dinikmati masyarakat. Sejumlah komunitas seni dan pemerhati budaya juga menilai tindakan tersebut sebagai bentuk ketidakpedulian terhadap karya kreatif dan fasilitas publik.

Viralnya kasus itu mendorong perhatian luas dari masyarakat hingga akhirnya ditindaklanjuti oleh aparat kepolisian. Setelah melakukan penyelidikan, Polrestabes Palembang berhasil mengungkap kasus tersebut dan mengidentifikasi pihak yang diduga terlibat.

Bagi Dewan Kesenian Palembang, pengungkapan kasus tersebut bukan hanya soal penegakan hukum, tetapi juga momentum untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya menjaga ruang publik dan menghargai karya seni yang menjadi bagian dari identitas kota.

Di akhir pernyataannya, M. Nasir dan Febri Zulian mengajak seluruh masyarakat untuk menumbuhkan rasa memiliki terhadap Kota Palembang dengan menjaga kebersihan, ketertiban, serta fasilitas publik yang telah dibangun.

“Mari bersama-sama menjaga Palembang agar tetap indah, bersih, tertib, dan menjadi kota yang membanggakan bagi seluruh masyarakat,” tutup M. Nasir.

Laporan : Nasir