HALOPOS.ID|PALEMBANG – Direktur Utama Perumda Tirta Musi Palembang Teddy Andrian menargetkan 15 ribu sambungan pelanggan baru pada tahun 2026. Namun, kinerja positif di semester pertama saat ini sudah sekitar 10 ribu sambungan sudah terealisasi, terutama di wilayah Kalidoni dan sebagian Tanjung Barangan.
“Alhamdulillah kemarin di awal tahun 2026 kita menargetkan untuk sambungan baru 15 ribu, dan alhamdulillah di semester pertama Januari sampai Juni pasang baru kita sudah 10.000 . Jadi kalau dari target kita cuma tinggal 5.000 lagi,” ujar Teddy, Sabtu (8/8/2026).
Meskinya nanti untuk pasang baru telah terealisasi 15 ribu sebelum akhir tahun, Teddy mengungkapkan, bahwa PDAM Tirta Musi tetap akan memaksimalkan, artinya tidak akan stop melayani pemasangan baru.
“Tapi kita tidak menutup sudah 15.000 stop. Tetap kita maksimalkan, berapa yang akan di pasang. Kalau memang masih memenuhi lebih dari 15.000 kita harapkan itu bisa tercapai, tapi untuk 15.000 alhamdulillah dalam 3 bulan ke depan bisa terpenuhi, karena posisinya sekarang sudah di 10.000 an,” ungkap Teddy.
Kedepan, PDAM Tirta Musi akan menyediakan dan terus mensupport kebutuhan air bersih semaksimal mungkin untuk keperluan masyarakat kota Palembang.
“Air bersih ini kebutuhan mendasar, mungkin bisa dibandingkan juga dengan Kabupaten-kabupaten lain, bahwa air itu kebutuhan mendasar dan apapun bentuknya, mau tidak mau tetap kebutuhan air itu harus diperlukan warga,” katanya.
Namun, upaya tersebut masih menghadapi sejumlah tantangan. Salah satunya adalah banyaknya pembangunan perumahan yang berada cukup jauh dari jaringan pipa induk yang telah tersedia, sehingga membutuhkan investasi yang lebih besar untuk memperluas jaringan distribusi.
Karena itu, PDAM Tirta Musi memprioritaskan pengembangan jaringan pada kawasan yang lokasinya paling dekat dengan jaringan eksisting. Langkah tersebut dilakukan agar investasi yang dikeluarkan dapat menjangkau lebih banyak pelanggan.
“Prinsipnya bukan berarti kami tidak melayani seluruh masyarakat, tetapi kami memprioritaskan lokasi yang paling memungkinkan untuk segera dijangkau sehingga manfaatnya bisa dirasakan oleh lebih banyak warga,” jelasnya.
Selain itu, Teddy mengimbau para pengembang perumahan agar berkoordinasi dengan PDAM Tirta Musi sejak tahap awal pembangunan. Menurutnya, komunikasi sejak dini akan memudahkan perencanaan penyediaan jaringan air bersih di kawasan yang akan dikembangkan.
Meski demikian, masih ditemukan sejumlah perumahan yang telah selesai dibangun tanpa adanya koordinasi dengan PDAM, bahkan pengembangnya sudah tidak lagi beroperasi. Dalam kondisi tersebut, warga biasanya mengajukan permohonan pemasangan secara mandiri kepada PDAM Tirta Musi.
Setiap permohonan akan melalui survei lapangan untuk menilai kondisi jaringan yang telah tersedia. Wilayah yang berada paling dekat dengan jaringan eksisting akan menjadi prioritas agar perluasan layanan dapat dilakukan secara efektif, efisien, dan menjangkau lebih banyak masyarakat.
Laporan : Adi
















